
SIMANGAMBAT(Malintangpos Online): Sedikitnya sekitar 830 Hektare Areal Pertanian masyarakat diwilayah Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, rusak atau terancam Fuso, akibat Jebolnya Tanggul Aek Muarasada dan Batutunggal di Kel.Simangambat, Februari 2026 ini.
Karena itu, ribuan KK Masyarakat Petani yang sawahnya terdampak dari Tanggul Aek Muarasasa dan Batutunggal, sangat mengharapkan kepada Bupati dan 9 Wakil Rakyat untuk mencari solusi untuk secepatnya tanggul tersebut dibangun kembali.
” Kalau nggak salah, Bencana Alam Nopember 2025 yang lalu Tanggul tersebut telah diperbaiki Pemda Madina dan Banjir Awal Februari 2026 ini Tanggul rusak kembali, mengakibatkan kurang lebih 830 Hektare areal Persawahan terdampak,” Ujar Pemerhati Pertanian Sumatera Utara, Abdullah Fahri Nasution,Minggu(01/03) Via selular dari Kota Medan kepada Wartawan.
Kata Abdullah, sebenarnya Pemerintah dan DPRD Mandailing Natal, pasti mengetahui persoalan Tanggul Aek Muarasada dan Batutunggal, sudah berkali – kali diperbaiki oleh Pemerintah, jebol lagi, rusak lagi.
Makanya, untuk memperbaiki Tanggul Aek Muarasada yang jebol Awal Februari 2026 ini, sebaiknya Bupati dan DPRD Mengkaji anggaran yang digelontarkan untuk membangunnya, ujar Abdullah.
Kita tau, Pemda Madina menggunakan Dana BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk memperbaiki Tanggul yang jebol Nopember 2025 yang lalu dan inipun kemungkinan akan menggunakan dana BTT, mungkin ia. Nggak memastikan.
Dana BTT adalah pengeluaran anggaran dalam APBD yang disiapkan pemerintah daerah untuk keperluan darurat, mendesak, atau kejadian luar biasa yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

” Dana BTT digunakan untuk penanggulangan bencana, sosial, atau inflasi, serta bersifat fleksibel namun tetap harus di pertanggungjawabkan,” ujarnya.
Plt.Kepala Dinas PUPR Madina melalui Kabid Pengairan, Edi Erwin Lubis yang dikonfirmasi, Minggu(01/03) Via WhatsApp nya, pihaknya lagi mengusahakan secepatnya penangan tanggul di Aek Muara sada yang jebol.
Kata dia, PUPR melalui PSDA, tidak bisa langsung melaksanakan pekerjaan di lapangan karena dana rutin tidak ada tertampung di PSDA akibat episiensi.
” Kita harapkan bisa nanti dari dana BTT tapi harus melalui beberapa tahapan, Dana Perbaikan yang lewat juga dari dana BTT juga,” ujar Edi Erwin Lubis.
Korwasis Madina Soroti

Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Koordinator Wartawan Eksis (Korwasis) Mandailing Natal, secara resmi menyatakan sikap keprihatinan mendalam atas bencana jebolnya tanggul Aek Muara Sada di wilayah Simangambat.
Insiden ini kini menjadi viral setelah laporan lapangan menunjukkan dampak ekonomi yang masif bagi masyarakat agraris setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, luapan air akibat jebolnya tanggul tersebut telah merendam dan merusak sedikitnya 830 hektar lahan pertanian warga.
Angka ini memicu kekhawatiran serius akan terjadinya gagal panen (puso) massal yang mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di kawasan tersebut.

Utama Sorotan Korwasis Madina:
Dampak Ekonomi Luar Biasa, Kerusakan lahan seluas 830 hektar bukan sekadar angka statistik, melainkan hilangnya mata pencaharian ratusan kepala keluarga.
Urgetnitas Perbaikan,
Korwasis mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui dinas terkait (PUPR dan Pertanian) serta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera melakukan tindakan darurat (tanggap darurat) guna menutup tanggul yang jebol.

Menyoroti perlunya audit, terhadap pemeliharaan infrastruktur irigasi di wilayah tersebut guna mencegah kejadian serupa berulang di masa depan.
”Kami tidak hanya melaporkan fakta, tapi kami mengawal jeritan petani. 830 hektar itu luas yang sangat signifikan. Jika tidak segera ditangani secara permanen, dampak sosialnya akan panjang,” ujar ketua Korwasis Madina Ringgo Siregar dan para petinggi Korwasis di damping tokoh masyarakat Ahmatmat, Pontas Hasibuan di lokasi lokasi Pertanian( Suryadi/Dita)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.







