Air Mata di Padang, Perjuangan Orang Tua Dari Desa Sabajior Demi Nyawa Anak Tercinta

Dibalik sunyi perbukitan Mandailing Natal, kisah memilukan datang dari sebuah keluarga kecil di Desa Sabajior.

Ilhamuddin dan Sakiah, pasangan petani sederhana, kini tengah mempertaruhkan segalanya demi satu harapan: menyelamatkan nyawa anak mereka, Ardiansyah, yang divonis menderita kanker darah (Leukemia).

Tak ada yang pernah siap menghadapi kabar seberat itu. Dunia mereka seketika runtuh saat dokter mengabarkan bahwa bocah yang dulu ceria dan sehat, kini harus melawan penyakit mematikan. Sejak itu, hidup mereka tak lagi sama.

Setiap hari, Ilhamuddin dan Sakiah berjaga di lorong-lorong rumah sakit RSUD M. Djamil Padang, Sumatera Barat. Jauh dari kampung halaman, mereka tinggal di kamar sewa kecil, beralas tikar tipis, menanti giliran kemoterapi anaknya, menanti kabar baik yang entah kapan tiba yang sampai kabar ini di terbitkan, Ardiansyah sudah yang ketiga kali masuk IGD. Dalam letih dan lapar, mereka tetap menggenggam erat tangan kecil Ardiansyah, membisikkan doa, dan menahan air mata agar sang anak tidak patah semangat.

Ketika Harapan Harus Dibayar dengan Air Mata

Semua berawal beberapa bulan lalu. Ardiansyah tiba-tiba sering demam, tubuhnya lemas, wajahnya pucat yang bahkan hidungnya mengeluarkan darah. Sang ibu, dengan naluri yang kuat, membawa anaknya ke Puskesmas.

Pemeriksaan demi pemeriksaan dijalani, hingga akhirnya rujukan terakhir membawa mereka ke Padang, jauh dari tanah kelahiran, tempat anak itu harus menjalani kemoterapi berkala.

“Setiap kali kami harus ke Padang, kami berangkat dengan doa dan tabungan yang makin menipis,” ujar Ilhamuddin pelan, matanya basah.

“Kami bukan menyerah, hanya lelah… Tapi kami takkan berhenti sebelum Ardiansyah sembuh.”

Demi sang anak, mereka rela menahan lapar. Mereka mengurangi jatah makan sendiri agar Ardiansyah tetap bisa makan bergizi.

Di kamar inap seadanya, mereka hanya menghangatkan nasi dan membeli lauk murah sekadar untuk bertahan hidup.

Ketegaran di Tengah Derita

Beban biaya menjadi ujian terberat setelah penyakit. Ongkos perjalanan, sewa tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan dasar lain perlahan menguras tabungan yang tak seberapa. Bahkan, Ilhamuddin sempat berniat menjual sepeda motor satu-satunya agar bisa membawa Ardiansyah berobat.

Sakiah, sang ibu, tetap tegar walau di balik wajah tenangnya, ada guncangan batin yang tak bisa dibendung. “Kami tidak meminta lebih. Kami hanya ingin anak kami sembuh dan bisa sekolah lagi, bisa bermain seperti dulu,” ujarnya sambil menggenggam erat foto kecil Ardiansyah.

Panggilan untuk Hati yang Peduli

Kini, keluarga ini menggantungkan harapan pada kebaikan hati sesama. Mereka percaya, di dunia yang kadang tampak kejam, masih ada tangan-tangan yang tulus ingin menolong. “Kalau ada yang bisa bantu, walau sedikit, itu bisa jadi harapan besar buat kami,” ucap Ilhamuddin penuh harap.

Bagi para dermawan yang tergerak membantu perjuangan Ardiansyah, bantuan bisa disalurkan langsung melalui Ilhamuddin di nomor +62 821-6529-6119 selaku orangtua Ardiansyah.

Kisah Ilhamuddin dan Sakiah bukan sekadar cerita tentang penyakit, tapi tentang cinta tak terbatas orang tua pada anaknya cinta yang sanggup menembus batas jarak, kemiskinan, dan rasa lelah yang tak berkesudahan.

Dalam linangan air mata dan doa yang tak pernah putus, mereka terus berjuang. Demi senyuman kecil yang sempat hilang dari wajah Ardiansyah. Demi satu kata: kesembuhan.(Halum Musthafa)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pemkab Padang Lawas Sosialisasi Penggunaan Medsos di SMA Ulu Barumun

    ULU BARUMUN(Malintangpos Online): Pemerintah melalui Plt. Kadis Kominfo Padang Lawas Irsan Soleh Lubis, S.Si sebagai pembina upacara dalam rangka Sosialisasi Tentang Penggunaan Media Sosial untuk Siswa dan Siswi SMA Ulu…

    Read more

    Continue reading
    Miris, Siswi SMK di Sibolga Hamil Oleh Kerabat Semarga, Orang Tua: Tak Bisa Menikah

    TAPANULI TENGAH(Malintangpos Online): Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tapanuli Tengah berhasil mengamankan seorang pria berinisial IH (18), terduga pelaku tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Penangkapan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses