Coffee Morning Kapolres Dinilai Tebang Pilih, Ketua SMSI Samosir Pertanyakan Transparansi

Ketua SMSI Samosir Tetty Naibaho

SAMOSIR(Malintangpos Online): Kegiatan coffee morning yang digelar Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya beberapa hari yang lalu (23/8/2025) menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah wartawan di daerah itu mengaku tidak diundang dalam pertemuan yang sejatinya bertujuan menjalin komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dengan insan pers.

Beberapa jurnalis menilai, undangan yang terkesan tebang pilih justru mencederai semangat keterbukaan informasi publik.

“Kalau namanya coffee morning dengan wartawan, seharusnya semua media ataupun wartawan yang bertugas di Samosir diundang. Jangan ada kesan membeda-bedakan. Dan setahu kami belum ada wartawan unit atau yang berpos khusus di Polres,” ujar Ketua SMSI Samosir Tetty Naibaho,Rabu(27/08)

Wartawan adalah mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Tidak ada kasta dalam profesi ini, karena semua sama-sama berjuang di lapangan untuk menyajikan fakta. Saat sebagian diundang dan sebagian lagi diabaikan.

“Apakah coffee morning itu murni silaturahmi atau sekadar forum eksklusif bagi segelintir orang?” Ujar Tetty.

Keterbukaan informasi publik menuntut institusi penegak hukum bersikap transparan, tidak diskriminatif. Dengan memilih wartawan tertentu saja, Polres justru menciptakan jarak dengan pers, sekaligus memunculkan kesan ada media yang diistimewakan dan ada yang dianaktirikan.

Padahal, kredibilitas kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kinerja penegakan hukum, tetapi juga oleh cara mereka merawat komunikasi dengan masyarakat melalui media. Silaturahmi setengah hati justru berpotensi melahirkan prasangka dan merusak kepercayaan.

Menurutnya, wartawan merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Tetty Naibaho berharap ke depan Polres lebih terbuka dan tidak diskriminatif dalam menjalin hubungan dengan media. Coffee morning, kata mereka, seharusnya menjadi ruang silaturahmi untuk semua, bukan hanya untuk kelompok wartawan tertentu.

Kapolres Samosir Ketika dikonfirmasi media terkait hal ini, tidak memberikan jawaban. (Isk/Dita).

 

Admin : Dita Risku Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Tumpukan Sampah Saja 27 Tahun Nggak Beres, Apalagi Tertibkan PETI di Mandailing Natal, Pasti Percuma & Buang Waktu (2)

    Membicarakan PETI( Pertambangan Emas Tanpa Izin) sama artinya membicarakan ribuan jiwa warga di Mandailing Natal, yang menggantungkan hidupnya di Petambangan Emas tersebut. Padahal, kita tau bersama bahwa Surat Bupati, sudah…

    Read more

    Continue reading
    Gubernur Mahyeldi Raih Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

    JATINANGOR(Malintangpos Online): Kepemimpinan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menganugerahkan Kartika Pamong Praja Madya kepada Gubernur Mahyeldi sebagai bentuk…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses