
MEDAN(Malintangpos Online): Dua Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM) Mengutarakan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diwilayah Kecamatan Batang Natal dan Kecamatan Linggbayu Kabupaten Mandailing Natal, terus – terusan BEROPERASI, baik yang pakai Alat Berat Ekscavator dan Dompeng, jelas ada yang Beking dari Aparat Penegak Hukum( APH).

” Saya pikir karena ada Beking dari APH, Makanya Pengusaha Tambang berani BEROPERASI, untuk memakai Alat Berat Ekscavator untuk mengambil Emas dari Perut Bumi diwilayah Batang Natal dan Linggabayu,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah, Minggu(31/08) di Jalan Amaliun Kota Medan.
Kata Khairunnisyah, sangat tidak mungkin Penambang berani Menurunkan Alat Berat, jika tidak ada yang Beking, secara tertulis pasti tidak ada.

Dugaan kita, Penambang berani Beroperasi, pasti ada setoran kepada Oknum – Oknum Mengaku APH, serta APH pura – pura tidak mengetahui ada diwilayahnya PETI,itulah caranya salah satu.
” Sangat tidak mungkin, APH tidak mengetahui ada PETI Berperasi diwilayah Hukumnya, karena Ada Intel APH yg bisa melaporkan ke Pimpinannya,” ujar Sekretaris LSM.Genta Madina,Chandra Siregar di tempat dan waktu yg sama.

Kata Chandra Siregar,Senin(01/09) pihaknya dan LSM.Merpati Putih Tabagsel, akan mengantar Pengaduan ke Polda Sumut dan sorenya berangkat ke Jakarta, untuk membuat Laporan ke Mabes Polri.

” Beroperasinya PETI diwilayah Batang Natal dan Linggabayu, pasti ada oknum APH yg bekingnya,” ujarnya ( Lin/Ded/Red).
Admin : Iskandar Hasibuan.








