Emas Diolah Pakai Tong , Ini Komentar dan Harapan 2 LSM Kepada Kapolres Mandailing Natal

Tong Pengolah Emas Tanpa Izin di Kota Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel,Khairunnisyah, mendesak Kapolres Madina AKBP.Arie Sofandi Paloh,SH.S.IK, agar segera Menertibkan Pengolahan Emas Memakai Tong Tanpa Izin disejumlah tempat di Kec.Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot dan daerah lainnya.

Kenapa rupanya..? Pengolahan Emas Memakai Tong dapat dipastikan memakai kimia, seperti Soda Kaustik (Natrium Hidroksida, NaOH) dan Sianida (terutama natrium sianida, NaCN) karbon aktif, Asam Nitrat (hn03) Asam Sulfat dan Zinc.

” Bahan – bahan kimia tersebut digunakan tanpa aturan dan bahayanya membuang limbahnya sembarangan ke lahan pertanian masyarakat sekitar tempat beroperasinya Tong Tanpa izin tersebut,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, Senin malam( 21/09) Via WhatsApp Kepada Wartawan.

Akibat Pengolahan Emas Memakai Kimia yang banyak itu, dapat dipastikan Limbah Emas akan Cemari Lahan Warga, apalagi Pengolahan Tong Ilegal di Kota Panyabungan semakin Tak Terkendali jumlahnya puluhan Unit

Ada Pengolahan limbah lumpur emas bekas gelundungan berbentuk Tong yang diduga milik ND di Jalan Irigasi Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, beroperasi dengan melanggar hukum tanpa izin resmi dan pengawasan dari pemerintah dan pihak yang berwenang.

Terbukti, perusahaan yang memakai bahan kimia berbahaya bagi manusia dan hewan ini beroperasi secara terbuka tanpa pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan.

” pengoperasian Tong ini semakin hari semakin bertambah jumlah pengolahannya, sehingga tak memperdulikan kesehatan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan,” Ujar Sekretaris LSM.Genta Madina Chandra Siregar,Senin(22/09).

Kata dia, Pihak aparat penegak hukum pun terbukti tidak mampu menutup usah ilegal ini, dan dibiarkan berjalan hingga bertahun tahun lamanya.

Selain merusak lingkungan, keberadaan Tong ini juga dikuatirkan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan paru ‘ paru jika terhirup asap limbahnya.

Akibatnya, warga sekitar pun mengeluhkan dampak asap dan bau menyengat yang dapat memicu gangguan pernapasan.

“Asap dari cukimannya pekat sekali. Kami khawatir asap yang membungbung tinggi itu terhirup anak anak dan menjadikannya sesak napas, tapi tidak ada yang bisa kami lakukan,” ujar seorang petani kepada LSM(Lembaga Swadaya Masyarakat ) yang menemui Petani.

Bahkan, Petani juga mengaku, tidak dapat berbuat apa – apa tentang keberadaan Tong pengolah Emas, dan diduga keberadaan Tong ini pun sudah mendapat izin dari sejumlah aparat.

“Saya yakin ada komisinya, kalau tidak ada mana mungkin aparat Desa setuju di wilayahnya didirikan Tong ini,” Ujarnya.

” limbah cair hasil proses Tong ini dibuang langsung ke parit dan mengalir ke areal pertanian warga, sehingga berpotensi merusak tanah, air, dan hasil panen,” katanya.

Bahkan, menurut informasi yang diterima wartawan, selain sudah berdiri bertahun tahun, keberadaan Tong ini juga diduga mendapat perlindungan dari oknum tertentu.

Bahkan, isu yang berkembang, para oknum itu mendapat jatah perbulan hingga jutaan rupiah untuk pengamanan usaha ilegal yg merusak lingkungan itu ( Rel/Red)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Acara Perpisahan Kelas XII di MAN 5 Batang Natal Penuh Haru

    Batang Natal ( Malintangpos Online) :  Acara perpisahan atau pelepasan siswa – siswi Kelas XII di MAN 5 Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan kegiatan pelepasan 87 siswa-siswi kelas Xll…

    Read more

    Continue reading
    Pemkab Madina Bersama UMA Teken MoU dan MoA Budidaya Pisang Kepok

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bersama Universitas Medan Area menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA) budidaya pisang kepok di Aula Kantor Bupati, Komplek…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses