
SIABU(Malintangpos Online): ” Kasihan Kepada Warga Petani,” Ucapan itulah yang cocok disampaikan bagi Petani Kel.Simangambat, Desa Lumban Pinasa dan Desa Bonan Dolok di Kecamatan Siabu, yang sudah dipastikan 100 Hektare Tanaman Padi/ Plawija dipastikan Gagal Panen, apalagi Tanggul Aek Muarasada di daerah itu menjebol sejumlah lahan pertanian Warga.

Wartawan Media PT.Malintang Pos Group,Ir.Hermawan Nasution, Normansyah Adi Putra.S.Sos dan Dita Risky Saputri.SKM, Melaporkan bahwa penyebab semuanya Insitas hujan yg tinggi membuat Aek Sibontar Meluap dan air hujan menggenangi areal pertanian.
Misalnya, persoalan Terendamnya Tanaman Padi, baik masih disemai dan yg sudah ditanam dan juga Komplek SD Negeri di Desa Lumban Pinasa sudah dilaporkan anggota DPRD Fraksi NasDem Madina,Sulthon Nasution kepada Pemerintah Mandailling Natal.

Dan bahkan Kades,Lurah, Ketua Gapoktan, Wakil Rakyat Dari Fraksi NasDem, sudah turun langsung ke lokas- lokasi banjir dan sekaligus agar mendapat perhatian Bupati Mandailing Natal, tetapi masih Gotroy.
” Kami Tau bahwa Bupati,Wakil Bupati Madina, manusia Biasa , bukan manusia luar biasa,” ujar Khaidir Nasution warga Petani Kec.Siabu.

Maksudnya..? Tanya Wartawan ” Bupati/Wakil Bupati, ada Asisten,Kaban,Kadis, yang bisa membantu Tanggung jawab Bupati/Wakil Bupati Madina,untuk berbagi tugas membantu korban banjir,” ujarnya.
Apakah petani harus melawan, apakah orangtua harus Demo, baru dapat perhatian dari Bupati/Wakil Bupati.

” Kami tau Bupati/Wakil Bupati, bukan manusia Luar Biasa, tapi kami juga korban banjir, bayangkan 3 Desa saja,sudah 100 Hektare yg gagal panen, kasihanilah warga patani dan kami tidak ada maksud melawan pemerintah,” katanya Kepada Wartawan Media PT.Malintang Pos Group ( Bersambung Terus Tiap Hari)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








