
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Setelah Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Merpati Putih Tabagsel, giliran Pemerhati Anggaran Dana Desa, Hairul Azmi Pulungan,S.Sos, mendesak Inspektur Inspektorat Mandailing Natal, agar segera Mengaudit Ulang Pelaksanaan Dana Desa(DD) TA 2024 Desa Sopo Batu Kec.Panyabungan.
” Kita sepakat dengan LSM.Merpati Putih Tabagsel, agar Inspektorat segera mengaudit ulang DD Tahun 2024, Desa Sopo Batu, yang terindikasi ada Fiktif,” Ujar Pemerhati Anggaran Dana Desa, Hairul Azmi Pulungan,S.Sos,Senin Sore(29/12) di Gedung DPRD Mandailing Natal.
Kata dia, persoalan DD Desa Sopo Batu, hampir setiap tahunnya ada masalah, dan tidak tertutup kemungkinan, antara Kades dengan Irban Inspektorat yg setiap tahun yg memeriksa DD Sopo Batu ada ” Main Mata ” sehingga setiap pemeriksaan bisa lolos.
” Makanya, kita sangat yakin Inspektur Inspektur Madina, yamg sekarang akan menyerat Kades Sopo Batu ke Kejaksaan, sebab ada indikasi Fiktif di TA 2024,” Katanya.

Sebelumny, Dua lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Tabing Selatan mendesak Inspektorat Mandailing Natal segera memeriksa Kepala Desa (Kades) Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, yang diduga menyalahgunakan Dana Desa (DD) Tahun 2024 senilai Rp978.514.000.
Ketua LSM Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, menyatakan keyakinan Inspektorat akan mengaudit ulang pelaksanaan DD tersebut usai menerima kuasa dari warga, Sabtu (29/12) di Alun-Alun Kota Panyabungan. “Kami yakin Inspektorat sekarang akan mengaudit ulang pelaksanaan Dana Desa Tahun 2024 Desa Sopo Batu,” ujarnya.
Sebanyak lima kegiatan dalam pagu anggaran DD senilai Rp978.514.000 diduga fiktif, antara lain peningkatan produksi tanaman pangan (Rp45 juta), pembangunan prasarana jalan desa (Rp215,585 juta), penyelenggaraan PAUD/TK/TPQ (Rp7,2 juta), pengelolaan lingkungan hidup (Rp12,7 juta), dan penyelenggaraan festival kesenian (Rp4,6 juta).

Selain itu, kegiatan pelatihan hukum dan perlindungan masyarakat (Rp63,686 juta) dinyatakan tidak terlaksana, sedangkan dana keadaan mendesak (Rp120,6 juta) dan penyusunan profil desa (Rp6 juta) tidak jelas rinciannya. Hanya penyelenggaraan pos kesehatan desa (Rp3,8 juta) yang diduga direalisasikan penuh.
Total anggaran yang dicatat terpakai senilai Rp483,171 juta, dengan sisa Rp495,342 juta yang tidak memiliki rincian apapun.
Sekretaris LSM Genta Madina, Chandra Siregar, yang ditemui di tempat yang sama Sabtu (27/12), juga optimis Kepala Inspektorat Mandailing Natal akan segera mengevaluasi DD Desa Sopo Batu yang banyak bermasalah.

Upaya mengonfirmasi Kades Sopo Batu, Henry Rangkuty, melalui telepon seluler dan WhatsApp tidak berhasil karena nomornya tidak pernah aktif. Hal itu juga dikonfirmasi Camat Panyabungan, Miswar Husein Pulungan, yang menyatakan sulit menghubungi Henry akhir-akhir ini.
“Cuma memang kegiatan non earmark dia sama seperti desa lainnya nggak cair, tapi detail kegiatan Desa Sopo Batu saya tidak hapal,” ujar Camat melalui WhatsApp Sabtu (27/12).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Mandailing Natal, Irsal Pariadi, menyampaikan bahwa laporan dari Camat Panyabungan terkait evaluasi pelaksanaan DD Desa Sopo Batu sudah masuk ke dinasnya. (ISK/Dita)
Admin : Iskandar Hasibuan.








