
SIBANGGOR JAE(Malintangpos Online): Paket pekerjaan konstruksi renovasi/ penambahan ruang Puskesmas Sibanggor Jae, yang di kerjakan CV. Credesain Konstruksi dengan pagu anggaran Rp 5.841.488.000 – sudah selesai dibangun.
Demikian dijelaskan Kadis Kesehatan Mandailing Natal (Madina), dr Faisal Situmorang melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sahzan menjawab konfirmasi wartawan, Sabtu (03/01).
Sahzan mengungkapkan saat ini paket pekerjaan Konstruksi Renovasi/penambahan Ruang Puskesmas Sibanggor Jae sudah selesai dan sebagai pertimbangan diberikan masa pemeliharaan selama 1 tahun dengan retensi 5%.
“Artinya jika ada pekerja yang on-site bukan berarti itu pekerjaan belum selesai, namun komitmen penyedia melakukan pemeliharaan gedung. Sesuai ketentuan kontrak,”pungkasnya.

”saat ini masih berlangsung giat pembersihan yang dalam kegiatan tambahan pekerjaan. Tapi tidak masuk dalam pekerjaan utama dalam RAB. Mksdnya agar perusahaan tidak main tinggal saja. Seprti pembersihan bekas semen, bekas -bekas pasir berserak, gitulah kira-kira,”ungkapnya lagi.
Penjelasan proses administrasi dan Penyelesaian Layanan Tambahan
Sahzan juga menguraikan bahwa untuk proses administrasi pekerjaan konstruksi renovasi/ penambahan ruanh puskesmas Sibanggor jae telah dilakukan yang meliputi :

1. Masa kontrak tanggal 22-07-2025 SD 18-12-2025.
2. Adendum kompensasi Pertambahan waktu akibat Kahar diperpanjang s/d 31-12-2025.
3. Serah Terima Pekerjaan tanggal 29-12-2025 dinyatakan seluruh pekerjaan utama sesuai RAB dinyatakan selesai 100@%.
4. Penyedia setuju dan berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan Layanan Tambahan yang tidak termasuk dalam RAB, seperti;
a. Memindahkan segala sisa material yang berada dilokasi, misal : pasir, tanah, batu bata dan bakesting sisa.
b. Membersihkan seluruh ruangan dari bekas cat, cemaran debu, pasir dan kerak semen yang menempel pada dinding dan lantai.
c. Merapihkan segala pekerjaan terpasang Misal : pengecatan ulang pada tembok tampak berbayang, pembukaan/pemasangan kembali plafon yang kelihatan bergelombang.
d. Pembukaan stiker pada Kosen UPVC dan kaca dgn menggunakan cairan khusus.
e. Pemasangan kembali pagar Puskesmas yang di buka saat proses pekerjaan untuk mempermudah akses droping (memasukkan) material ke lokasi pekerjaan.

“Saat ini seluruh pekerjaan “Layanan Tambahan” tersebut masih dikerjakan, dapat dilihat masih adanya pekerja lokal 5-10 orang berada dilokasi,”tutupnya.
GMPK Madina

Sebelumnya Gerakan Mahasiswa Peduli Madina (GMPK) dalam pemberitaan menyoroti paket pekerjaan konstruksi renovasi/ penambahan ruang puskesmas Sibanggor jae yang di kerjakan CV Credesain Konstruksi.

GMPK Madina yang di ketuai Jefri Nasution bahkan mendesak instansi terkait agar melakukan evaluasi terhadap pembangunan proyek konstruksi Puskemas Sibanggor jae yang dinilai lalai serta lambat dalam menyelesaikan pekerjaanya.
Disisi lain, Jefri pun mengingatkan adanya dugaan potensi praktek kongkalikong yang sering terjadi saat proyek mengalami perpanjangan waktu. Hal ini berisiko meminimalisir denda keterlambatan yang seharusnya menjadi konsekuensi dari keterlambatan proyek.

Maka apabila kelalaian ini terjadi, Disinyalir Ini menandakan bahwa Pemerintah Kabupaten Madina sangat lemah terhadap pengawasan pada semua proyek yang menggunakan APBD, padahal proyek ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga kepentingan publik.
”oleh karena itu, pengawasan yang transparan dan evaluasi yang objektif harus menjadi prioritas utama. Atas hal ini, GMPK Madina berkomitmen untuk mengkawal segala bentuk kepentingan masyarakat kabupaten Madina,”tandas Ketua GMPK Madina, Jefri Nasution. (ISK)
Admin : Iskandar Hasibian








