Tingkat Hunian RSUD Panyabungan Lebih Dari 90 % , Bupati Minta Hemodialisis Segera Beroperasi

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) mengatakan tingkat hunian pasien di RSUD Panyabungan secara rutin telah melebihi 90 persen dari kapasitas sehingga perlu dilakukan pengembangan, baik melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan maupun lewat skema kerja sama dengan pihak swasta atau BUMN.

Hal itu dikatakan Saipullah saat meninjau RSUD Panyabungan di Panatapan, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Senin, 5 Januari 2026.

Saipulah juga mengingatkan agar manajemen RSUD Panyabungan segera mengoperasikan layanan hemodialisis yang merupakan salah satu rekomendasi hasil verifikasi Kementerian Kesehatan.

“Vendor yang bekerja sama dengan kita memiliki tanggung jawab menyiapkan ruangan RO sesuai standar Kementerian Kesehatan. Karena itu, kami minta agar segera dilakukan perbaikan supaya layanan hemodialisis bisa segera dioperasikan,” kata dia.

Di sisi lain, Saipullah menanggapi keluhan masyarakat terkait belum adanya ruang ibadah di rumah sakit itu. Dia menjelaskan, berdasarkan hasil diskusi, untuk sementara akan disediakan satu ruang khusus tempat salat bagi pengunjung.

Lebih lanjut, Saipullah menjelaskan, sesuai desain dan layout rumah sakit, telah disiapkan area khusus di bagian belakang untuk pembangunan masjid atau rumah ibadah tersendiri. Namun, saat ini Pemkab Madina masih memprioritaskan pengoperasian layanan-layanan vital seperti klinik, ruang operasi bedah umum, dan ruang rawat inap.

“Banyak pengunjung rumah sakit yang kesulitan kalau mau salat. Ada juga ustaz yang datang dan menyampaikan bahwa mereka tidak punya tempat untuk beribadah,” ungkap Saipullah.

Terkait alat kesehatan, Saipullah menambahkan, berdasarkan hasil audiensi dengan Menteri Kesehatan, program ke depan lebih difokuskan pada penyediaan peralatan dasar rumah sakit serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.

“Fokusnya pada peningkatan SDM, mulai dari dokter umum menjadi spesialis, penambahan dokter spesialis, hingga peningkatan kapasitas perawat. Untuk bantuan peralatan, peluangnya memang tidak sebesar sebelumnya,” pungkas dia.

Direktur RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan menyampaikan bahwa sejumlah alat kesehatan (alkes) bantuan dari Kemenkes telah dipersiapkan dan sebagian di antaranya sudah memasuki tahap pengiriman ke daerah.

“Untuk sementara, ada beberapa alkes yang dokumennya sudah kami siapkan dan juga sudah disetujui oleh Kemenkes,” kata dia.

Rusli menjelaskan, dari Kemenkes terdapat bantuan peralatan untuk BKIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Cathlab, serta CT Scan, dan mamografi.

Selain itu, RSUD juga akan menerima alat endoskopi yang digunakan untuk pemeriksaan bagian dalam tubuh, khususnya seluruh saluran cerna.

“Seharusnya bantuan ini masuk di tahun 2025. Namun karena program ini berlaku secara nasional di seluruh Indonesia, maka untuk daerah kita realisasinya baru di awal tahun ini,” ungkap dia.

Berdasarkan jadwal, kata Rusli, seluruh alat kesehatan tersebut ditargetkan sudah selesai terpasang paling lambat pada bulan Maret(Dita/Isk)

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Paket Ketahanan Pangan Dana Desa TA 2025 di Kec.Panyabungan Utara Diduga Fiktif Rp 25 Juta/ Desa

    PANYABUNGAN UTARA(Malintangpos Online): ” Ada -Ada Saja, Kades ini,” Paket Ketahanan Pangan sebesar Rp 20.000.000 – per desa untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 di 11 desa Kecamatan Panyabungan Utara diduga…

    Read more

    Continue reading
    11 Januari: “Bersyukur Merajut Sejarah” Bersama Waspada dan Permata Hati

    *** Oleh: Hasriwal AS *** *Bagi ku*, tanggal 11 Januari bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah tanggal “keramat” yang mematrikan dua peristiwa monumental dalam hidup ku. Sejarah besar bangsa melalui…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses