
PANYABUNGAN UTARA(Malintangpos Online): ” Ada -Ada Saja, Kades ini,” Paket Ketahanan Pangan sebesar Rp 20.000.000 – per desa untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 di 11 desa Kecamatan Panyabungan Utara diduga fiktif.
Sejumlah pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengungkapkan hal ini dan mengimbau Inspektorat Madina untuk melakukan pemeriksaan khusus.
Sekretaris LSM Genta Madina, Chandra Siregar, menyampaikan hal tersebut usai melakukan investigasi di seluruh desa se-Kecamatan Panyabungan Utara pada Sabtu (10/1).
“Bukan Desa Tanjung Mompang saja, 10 desa lainnya di Kecamatan Panyabungan Utara diduga keras fiktif paket Ketahanan Pangan Rp 20.000.000,- per desa TA 2025,” ujarnya.
Menurutnya, keseluruhan 11 kepala desa (Kades) yang dihubungi tidak mau memberikan keterangan terkait paket tersebut.
Namun demikian, proyek Ketahanan Pangan TA 2025 telah dicantumkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahun 2025 untuk semua desa di kecamatan tersebut.
Awalnya, informasi dugaan fiktif hanya terkait Desa Tanjung Mompang, namun hasil investigasi menunjukkan seluruhnya 11 Desa di kecamatan tersebut memiliki paket yang sama. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, hanya satu Kades yang memberikan jawaban.
Salah seorang staf Kantor Camat Panyabungan Utara mengungkapkan, “Mana mau Kades menjawabnya, dananya juga sudah dihabiskan mereka, hanya Inspektorat yang diharapkan untuk membongkarnya.
Sementara itu, Kades Soposorik yang dikonfirmasi pada Jumat (09/01) menyatakan bahwa dugaan fiktif tidak benar.
“Kita alihkan Dana Desa Ketahanan Pangan yang Rp20.000.000,- kepada yang lebih urgen, kita bukan fiktif, tapi kita alihkan ke kegiatan lainnya,” ujarnya.
Plt Inspektur Inspektorat Madina, Munawar, SH, yang dikonfirmasi bahwa pemeriksaan pelaksanaan Dana Desa TA 2025 akan dilakukan sekitar bulan Februari hingga Maret 2026 mendatang.
“Sekitar bulan Februari dan Maret 2026, kita akan melakukan pemeriksaan Pelaksanaan DD Tahun 2025,” ujarnya.(Dita/Isk).
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








