” Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat ” HPN 2026 Wartawan Madina Harus Mencintai Profesinya (2)

Iskandar Hasibuan (Penulis)

Bagaimana dengan Pemerintah Mandailing Natal..? Apakah Wartawan yang berhimpun disejumlah Organisasi Pers yang tidak mampu menjalankan Profesinya..? Ada kemungkinan, atau sengaja Pemerintah ” Mengkotak – Kotakkan ” Profesi Wartawan, bisa jadi juga, yang jelasnya Wartawan Mandailing Natal, harus mencintai Profesinya.

Momen Hari Pers Nasional ( HPN) Tahun 2026, ada baiknya seluruh Wartawan di Mandailing Natal, mulai Kompak meskipun Wartawannya di Organisasi mana berada, karena Organisasi itu hanya tempat Berhimpun, agar mudah menyamakan tujuan dari Wartawan itu sendiri.

Mau dibawak kemana Profesi Wartawan, Profesi wartawan di tahun 2026 dan seterusnya sedang mengalami transformasi besar akibat disrupsi digital dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

Arah profesi ini tidak lagi sekadar melaporkan berita cepat, melainkan bertransformasi menjadi penjaga kualitas informasi (kurator) dan pencerita mendalam (storyteller) di tengah banjir konten otomatis.

 Pergeseran dari Kecepatan ke Kredibilitas (Verifikasi)AI sudah sangat cepat dalam memproduksi berita dasar (breaking news otomatis).
Wartawan manusia tidak akan menang melawan AI dalam hal kecepatan,Wartawan dituntut fokus pada verifikasi, konteks, dan investigasi mendalam.

Kenapa..? Di tengah banjir fake news dan konten AI, kredibilitas menjadi mata uang tertinggi. Wartawan profesional adalah penjaga kebenaran yang memastikan berita autentik, tidak asal tayang.

Foto hanya Pemanis Berita/,Dokumen

Sayangnya, sekarang ini di Bumi Gordang Sambilan khususnya dan umum diwilayah Tapanuli Bagian Selatan( Tabagsel) disetiap Kabupaten /Kota, soal Narkoba sangat marak dan Viral, padahal jika mssyarakat saling menjaga, akan dengan mudah dibersihkan soal Narkoba, baik jenis Sabu dan Ganja.

Kalau kita jujur berkata, mungkin lebih 1000 Orang Wartawan Media Online, Media Cetak, Elektronik dan TV di Tabagsel, tetapi bacalah seluruhnya adakah setiap Media menayangkan persoalan Tambang Emas Ilegal dan Narkoba..? Hanya Pemilik Media yang lebih mengetahuinya.

Padahal, soal Tambang Emas Tampa Izin(PETI) Baik Bupati Madina dan 3 Orang Wakil Rakyat Dapil Sumut 7, Rahmat Rayyan Nasution ( Gerindra), Abdul Rahim Siregar(PKS) dan Muniruddin Ritonga(PKB) jelas mendesak Pemerintah Pusat agar Menerbitkan IPR dan WPR, bukan Mau Menyetop Aktivitas Tambang Emas.

Apalagi, kalau kita jujur berkata, baik DPRD, Bupati/Wakil Bupati, serta Polisi dan Warga Penambang ” Mustahil ” Aparat Penegak Hukum Bertindak Sembarangan Stop Aktivitas Tambang Emas, karena menimbulkan masalah baru ditengah masyarakat ( Bersambung Terus)

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Penggabungan Organisasi dan Evaluasi ASN Demi Pembangunan Daerah

    TAPANULI UTARA(Malintangpos Online): Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik dan mengambil sumpah/janji Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (10/2/2026),…

    Read more

    Continue reading
    Peresmian dan Grand Opening Lopo Tepsun, Hadirkan Semangat Baru Ekonomi Lokal

    PADANG LARU(Malintangpos Online): Sebuah semangat baru hadir dalam giat ekonomi lokal di Desa Padang Laru, Pintu Air Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dengan peresmian dan Grand Opening Lopo…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses