
PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru sukses menggelar kegiatan Halal Bihalal sekaligus Dialog Interaktif yang berlangsung dengan penuh khidmat, kehangatan, dan semangat kebersamaan di Perkuat Solidaritas, IMA Madina Pekanbaru Halal Bihalal dan Dialog Interaktif di Dilan Coffee Shop Panyabungan, Jumat siang (27/03)
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merajut kembali ukhuwah serta memperkuat solidaritas antar anggota, kader, dan alumni serta teman teman mahasiswa paguyuban dari berbagai daerah yang tentu putra dan putri terbaik kabupaten Mandailing Natal
Kegiatan yang Berlangsung di Dilan Coffee Shop Panyabungan itu mengusung tema:
“Merajut Ukhuwah di Idul Fitri, Menguatkan Solidaritas Anggota, Kader dan Alumni IMA Madina Pekanbaru dalam Membangun Mandailing Natal yang Berkemajuan.”
Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen keluarga besar IMA Madina Pekanbaru, mulai dari pengurus, anggota aktif, hingga alumni yang turut memberikan energi positif dalam mempererat hubungan kekeluargaan di perantauan serta teman-teman mahasiswa/i paguyuban dari berbagai daerah provinsi maupun kabupaten dan kota
Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ruang konsolidasi moral dan intelektual bagi mahasiswa Mandailing Natal untuk terus menjaga persatuan serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Halal bihalal ini adalah titik temu hati dan pikiran. Kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen untuk hadir sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan Mandailing Natal,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal IMA Madina Pekanbaru, Aji Pangestu, dalam pandangannya menekankan pentingnya menjaga konsistensi gerakan agar tidak berhenti pada wacana semata.
Kita tidak kekurangan forum, akan tetapi seringkali kekurangan keberlanjutan. Apa yang dibahas hari ini harus menjadi pijakan gerakan ke depan.
” Mahasiswa tidak boleh hanya kuat di ruang diskusi, tetapi juga harus hadir dalam realitas sosial—mengawal kebijakan, mengkritisi ketimpangan, dan berdiri bersama masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan terbesar organisasi mahasiswa hari ini adalah menjaga integritas dan keberpihakan.
“Jika mahasiswa mulai kehilangan keberanian dan idealisme, maka yang tersisa hanyalah formalitas organisasi. IMA Madina harus tetap menjadi rumah perjuangan—bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi tempat lahirnya keberanian untuk melawan ketidakadilan,” tambahnya.
Terakhir Ketua Pelaksana, Mhd Sopian Pulungan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara.
Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan kolektif mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan sosial di daerah.
Dialog interaktif yang menjadi bagian utama acara berlangsung dinamis dan penuh gagasan kritis.
Berbagai isu strategis terkait pembangunan daerah, peran pemuda, serta kontribusi mahasiswa dalam mendorong perubahan positif di Mandailing Natal menjadi topik utama pembahasan.
Kegiatan ini ditutup dengan suasana penuh keakraban, memperlihatkan bahwa kekuatan utama IMA Madina Pekanbaru terletak pada soliditas dan semangat persaudaraan yang terus terjaga.
Melalui kegiatan ini, IMA Madina Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah perjuangan intelektual dan sosial bagi mahasiswa Mandailing Natal, serta menjadi bagian dari solusi dalam mendorong kemajuan daerah.( Rel/Nanda)
Admin : Iskandar Hasibuan








