Warga Desa Hutanamale Kec.Puncak Sorik Marapi Dipasung 25 Tahun, Ini Penjelasan Camat 

PUNCAK SORIK MERAPI(Malintangpos Online):Warga Desa Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, Syahrul Khoir (41), mengalami pemasungan selama lebih dua puluh lima tahun (25 Tahun) oleh keluarganya.

Demikian informasi tersebut diperoleh Wartawan, Sabtu(28/03) dari warga Desa Hutanamale Kecamatan Puncak Sorik Merapi Mandailing Natal.

Informasi yg diterima Wartawan, Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat setempat, yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah Kabupaten dan Provinsi, khususnya Dinas Kesehatan Mandailig Natal dan Dinkes Provinsi Sumatera Utara.

H.Miswar Hasibuan yang merupakan udaknya menyebut bahwa tindakan pemasungan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.

Kata dia. Syahrul Khoir mengalami gangguan kejiwaan sejak ia pulang merantau beberapa puluh tahun lalu, yang kerap membuatnya bertindak agresif dan membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitarnya.

Kata dia, Keterbatasan ekonomi serta minimnya akses layanan kesehatan jiwa membuat keluarga terpaksa mengambil langkah tersebut.

“Kami tidak tega sebenarnya, tapi kami tidak punya pilihan. Untuk berobat pun kami kesulitan biaya, sementara kehidupan kami beginilah”ujar Miswar, Jum’at (27/3) ketika dohubungi Wartawan

Kata H.Miswar, Syahrul tinggal bersama ibunya seorang yang usianya sudah renta alias tua.

Sedangkan, Camat Puncak Sorik Merapi yang dihubungi,Via selular, Sabtu(28/03) membenarkan adanya warga Desa Hutanamale yang dipasung.

” Saya lagi kordinasi dengan Kades, jika sudah dapat keterangan resmi akan saya kabari lagi,” ujar Camat Puncak Sorik Merapi, Yanja Via selular.

Kadis Sosial Madina, H.Ahmad Duroni yg dikonfirmasi,Via selular,Sabtu(28/03) mengaku belum mengetahui persis dan Insya Allah Senin besok(30/03) pihak Dinsos akan ke lokasi.

Kata dia, info dari Dinas Kesehatan Madina maupun dari Kecamatan belum ada, masih gawenya Dinas Kesehatan ini, jika ada info dari mereka kami tindak lanjuti.

Sedangkan Pj.Sekda Madina, Afrizal yg dihubungi, Via WhatsApp nya, Sabtu(28/03) mengutarakan Baik, terimakasih informasinya, akan kami tindaklanjuti segera.

” Baik, terimakasih informasinya, akan kami tindaklanjuti segera,” ujarnya.

Penjelasan Camat PSM.

Terkait informasi yang beredar di media Halo Medan, kami dari pihak Kecamatan Puncak Sorik Marapi ingin menyampaikan beberapa klarifikasi sebagai berikut:

1. Kondisi Warga: Saudara Syahrul Khoir (41), warga Desa Huta Namale, memang benar mengalami gangguan jiwa berat yang kerap meresahkan masyarakat sekitar.

2. Alasan Pemasungan: Berdasarkan keterangan Kepala Desa Huta Namale, tindakan pemasungan tersebut murni inisiatif pihak keluarga. Hal ini dilakukan karena yang bersangkutan sering berbuat onar, mengganggu warga, bahkan sempat melakukan tindakan fisik (mencekik) terhadap ibunya sendiri. Keluarga merasa kesulitan menangani kondisi tersebut secara mandiri.

3. Tindakan Saat Ini: Saat ini, Kepala Desa beserta perangkat Desa Huta Namale sedang melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga agar Saudara M. Yasid dapat segera dievakuasi dan ditangani secara medis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal(Isk)

Admin :  Islandar Hasibuan..

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Perkuat Solidaritas, IMA Madina Pekanbaru Halal Bihalal dan Dialog Interaktif di Dilan Coffee Shop Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru sukses menggelar kegiatan Halal Bihalal sekaligus Dialog Interaktif yang berlangsung dengan penuh khidmat, kehangatan, dan semangat kebersamaan di Perkuat Solidaritas, IMA Madina…

    Read more

    Continue reading
    Soal Mundurnya Pejabat Eselon II, Ini Komentar Ketua DPRD dan ASN Madina

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Saat ini sejumlah Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemerintah Mandailing Natal, memilih Mundur dengan alasan yang belum diketahui secara jelas, sebab para pejabat yang mundur masih memilih Bungkam…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses