Tangkap Segera Pelaku, Tokoh Pemuda Sumut Kutuk Aksi Main Hakim Sendiri di Desa Runding Kec.Panyabungan Barat

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Tokoh Pemuda Sumatera Utara asal Kota Panyabungan, Irwan H.Daulay.S.Pd,  Mengutuk keras aksi biadab yang main hakim sendiri dan menyebabkan F meninggal dunia.

” kita Mengutuk keras aksi biadab yang main hakim sendiri, yang menyebabkan F meninggal dunia,” Ujar Tokoh Pemuda Sumatera Utara asal Kota Panyabungan, Irwan H.Daulay.S.Pd, Rabu(08/04) usai membaca sejumlah Media Online terkait meninggalnya F di Desa Runding dengan luka bacok.

Irwan Daulay, Meminta kepolisian segera menangkap pelaku, mengusut motifnya, serta menerapkan pasal yang berat, bahkan hingga ancaman hukuman mati.

Serta, Meminta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) agar lebih serius memperhatikan persoalan PETI.

Kata Aktivis Itu, Diperlukan langkah jemput bola dan terobosan nyata agar aktivitas ini dapat ditata dan dilegalkan melalui mekanisme yang lebih efektif,tanpa terjebak pada proses perizinan yang kaku dan lamban.

Tokoh Pemuda Sumut, Irwan H.Daulay.S.Pd

Dengan demikian, tercipta kepastian hukum, terbuka lapangan kerja, serta dapat mencegah praktik pencurian, pemalakan, dan kerusakan lingkungan yang berujung pada korban jiwa.

Disebutkannya, Para Camat dan Kepala Desa diharapkan aktif membimbing masyarakat agar tetap menghormati hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi dugaan tindak pidana.

” Diperlukan pula sikap proaktif dari Kapolres dan jajarannya agar kejahatan serupa tidak terulang, ” ujarnya.

Jika faktor ekonomi menjadi alasan seseorang melakukan pencurian, maka hal ini menjadi tanggung jawab Pemkab Madina untuk menghadirkan solusi yang nyata. Ujar Aktivis Sumut itu lagi.

Selain itu, Kepada para ustaz, diharapkan lebih giat berdakwah di pusat-pusat aktivitas masyarakat, menanamkan nilai kasih sayang dan kemanusiaan agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan benar

Kepada pihak STAIN, diharapkan lebih aktif memberikan penjelasan secara ilmiah terkait fenomena ini, sekaligus menjadi bahan refleksi

” apakah kondisi mental masyarakat telah sedemikian jauh hingga tidak lagi menghargai nyawa manusia sebagai anugerah Allah SWT. Membunuh adalah dosa besar dan sangat dibenci oleh-Nya,” ujar Irwan H.Daulay.S.Pd Tokoh Pemuda Sumatera Utara itu (isk)

 

Pengirim Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    “Meninggal Dilokasi Tong” Milik H.E,  Satma AMPI Madina: Jangan Ada yang Dilindungi, Bongkar Semua

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bendahara Satma AMPI Madina, Muhammad Saleh, melontarkan kritik keras atas Meninggalnya, seorang pria berinisial F (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang diduga menjadi korban aksi brutal di kawasan…

    Read more

    Continue reading
    Istri Sedang Hamil, Korban Main Hakim Sendiri Tinggalkan 2 Anak Yang Masih Kecil

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Peristiwa tragis yang menimpa Ferdiansyah (36) warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal kan cerita pilu. Ferdiansyah meninggal dunia pada Rabu (8/4/2026) setelah diduga…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses