
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Setelah diberitakan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mandailing Natal, mengutarakan Selasa(23/06) pihaknya akan menambah rute Pengangkutan Sampah ke Pasar Baru Panyabungan.
” Dan sesuai koordinasi kami dengan Kadis LH, akan diupayakan penambahan armada atau penambahan durasi angkut dari Pasar Baru Panyabungan, Semoga berjalan lancar,” Ujar Kadis Lingkungan Hidup yang disampaikan melalui Kadis Komimfo Madina, Syail Lubis, Senin malam(22/06) Via WhatsApp nya ke Wartawan.

Kata dia, Terkait sampah Pedagang Kaki Lima di Pasar Baru, izinkan saya luruskan.
Pertama, soal kewenangan, pengelolaan sampah di area pasar, termasuk PKL yang baru direlokasi, tetap menjadi tanggung jawab Pemkab Madina melalui Dinas LH.
Disebutkannya, Tidak ada wilayah yang kami anak-tirikan.
Kedua, soal kendala di lapangan, permasalahan utamanya bukan “tidak diangkat”, tapi volume sampah yang melonjak drastis + belum optimalnya pemilahan dari sumber serta masih ada kendaraan angkut sedang dalam perbaikan.

Data kami, Pasar Baru menghasilkan 1,2 ton sampah per hari. Selama ini sampah pedagang masih tercampur: sisa sayur, plastik, dan B3 rumah tangga jadi satu.
” Ini membuat proses pengangkutan tidak efisien dan TPA cepat penuh. Akibatnya, terjadi jeda waktu pengangkutan di beberapa titik. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pedagang,” ujar Syail Lubis.
Dikatakannya, Kondisi ini yang membuat sebagian pedagang berinisiatif mengangkut sendiri.

Lalu, apa solusinya?Sejak Kamis kemarin, 18 Juni 2026, Pemkab Madina melalui DLH, Dinas Perdagangan, Diskominfo, dan Kelurahan Kotasiantar sudah sepakat kerja bareng.
Intinya begini: Pedagang dan Masyarakat wajib pilah: sampah dapur/sayur dan buah, dan sampah plastik/kardus.

DLH fokus angkut sampah terpilah: Sampah dapur kita olah jadi eco enzyme & pakan maggot. Sampah jualan kita masukkan ke Bank Sampah.
Tidak ada lagi buang campur: Karena sampah campur = masalah numpuk. Sampah dipilah = berkah datang.
Jadi, ini bukan soal kewenangan, tapi soal mengubah sistem bersama. Kami minta dukungan media untuk edukasi pedagang bahwa solusi permanen bukan hanya diangkut, tapi dipilah dari lapak.

Kami komitmen tuntaskan ini. Mohon doa dan pengawasan dari kawan-kawan media,” ujar Kadis Komimfo Madina, Syail Lubis(Isk/Dita).
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








