
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): ” The customer is always right( Pembeli Itu Adalah Raja,” Prinsif itulah yang dipegang seluruh PKL(Pedagang Kaki Lima) Pasar Baru Panyabungan, sehingga Mereka mengangkut sendiri Sampahnya ke TPA( Tempat Pembungan Akhir) diwilayah Banggua Desa Batang Gadis Kec.Panyabungan Barat Mandailing Natal.
Demikian hal itu disampaikan oleh sejumlah Pedagang Kaki Lima(PKL) kepada Wartawan,Senin(22/06) sore saat di Undang Ketua Asosia PKL melihat dari dekat sampah yang menimbulkan bau busuk.

Kata Pedagang, jujur ia, kami PKL yang ada sudah menyumbang sekitar Rp 2,5 Milyar untuk tempat kami Berjualan dan ditambah untuk membangun pasilitas Los, tapi Sampah Pedagang harus kami mengangkutnya Ke TPA.
Bayangkan, jika Sampah Pedagang ngak diangkat – angkat, Pembeli nggak datang, karena pembeli itu adalah raja( The customer is always right).

Biaya darimana..? Kami kutif dari Pedagang yang patuh dikisaran Rp 2.000 sampai Rp 5.000,-/ Pedagang, ujar Nasution salah seorang Pedagang.
Ketua Asosiasi PKL Pasar Baru Panyabungan, Harun Nasution ( Mester) kepada Wartawan, membenarkan Sampah yg telah menimbulkan bau busuk diangkut dengan biaya dari Pedagang bukan dari Pemda Madina.

” Bagaimana mau berjualan, bau busuk menyegat dan Ambrol yg dari DLH kita minta segera dipindahkan,” ujarnya
Plt.Kepala Dinas Perdagangan Madina, Syukri yg dikonfirmasi saat meninjau Sampah yang menimbulkan bau busuk, mengutarakan pengangkutan Sampah adalah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup.
” Pengangkutan ke TPA di Banggua adalah kewenangan DLH dan baru hari ini saya jadi Plt, Insya Allah kita segera koordinasi demi kenyamanan Pedagang &Pembeli,” ujar Syukri.

Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Komimfo dan Sekda Madina, yang dikonfirmasi, Via WhatsApp nya, Senin(22/06) hingga berita ditayangkan belum memberikan jawaban atas konfirmasi Wartawan(Dita/Isk)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








