
HUTA LOMBANG(Malintangpos Online): Senin 03 Agustus 2026 yang lewat, wilayah Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal di Guyur Hujan Lebat, mengakibat Saluran Irigasi Aek Roburan di Desa Huta Lombang, sekitar 15 – 20 Meter Rusak/ Amblas. Sehingga diperkirakan Air Ke Sawah Warga yang kurang lebih 500 Hektare akan kekeringan.

” Sekitar 500 Hektare Air Sawah dan Tambak di Desa Huta Lombang, Maga Dolok, Maga Lombang , Pasar Maga akan kekurangan jika tidak segera diperbaiki,” Ujar Tokoh Pemuda Kec.Puncak Sorik Marapi, Herman Nasution, Sabtu Malam(08/08) Via selular dari Desa Huta Lombang.
Kata dia, masalah irigasi Aek Roburan tersebut sudah ada 3 kali rusak dan ini yang ke 4 kalinya ada sekitar 15 -20 Meter yang rusak dan Amblas.
Waktu pertama, kami hubungi pihak Pengairan Sumut dan mereka katakan dikerjakan dulu, nanti di alokasikan anggaran di Pengairan Sumut, hingga sekarang ngak jelas.

Kerusakan ke Dua(2), kami laporkan ke Pemkab Madina dan Kades Huta Lombang ambil inisiatif dengan Gotong Royong, ngak lama Amblas lagi.
Kerusakan ke Tiga (3) Irigasi yang sama mendapat perhatian dari Menegemen PT.SMGP dan Aman beberapa waktu lamanya.
Kalau ngak salah, Senin (03/08) yang lewat pada saat hujan deras, kembali rusak, sehingga Kades pun boleh dibilang sudah pusing dibuatnya.

” Pernah juga kami sampaikan kepada salah seorang anggota DPRD Sumut 7, persoalan Irigasi Aek Roburan tersebut, hanya Omong Doang, ngak ada realisasinya,” ujar Herman Nasution sambil berharap agar Bupati dan DPRD Madina, segera meninjau Irigasi yang rusak tersebut.
Baik Camat PSM, Plt.Kadis PUPR, Kadis Pertanian dan Bupati Madina, belum berhasil dikonfirmasi Wartawan(Isk/Dita).
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








