
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM) Merpati Putih Tabagsel dan LSM Genta Madina, mengajak Inspektorat & Kejari Mandailing Natal, Membongkar Dugaan Korupsi pelaksanaan Dana Desa(DD) Tahun 2025 di 377 Desa yang bersumber dari APBN mencapai Rp. 298.316.313.000,- Miliar.
” Mustahil Dana Desa TA 2025 yang mencapai Rp 298.316.313.000.- miliar untuk 377 Desa yang ada di Mandailing Natal, bersih dari Korupsi Pelaksanaannya, pasti ada Kades yang Korupsikan anggaran APBN tersebut,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, Senin malam(19/10) di Pasar Panyabungan usai selesai Investigasi di 377 Desa, minus Desa Aek Nabara di Kec.Panyabungan & Desa Silogun di Kec.Pakantan.
Pengakuannya, LSM Merpati Putih Tabagsel dan LSM.Genta Madina, sejak April 2026 hingga September 2026, telah melakukan Investigasi di 375 Desa di 23 Kecamatan, baik pengakuan Kades melalui Surat Pernyataan, BPD dan Masyarakat desa telah ada semua di tangan LSM, serta foto – foto Proyek Fisik hingga Bimtek tanpa Musyawarah Desa.
Kami yakin sekali, bahwa Inspektorat Mandailing Natal, juga dalam melakukan pengawasan kepada Kepala Desa, tidak semua pengawasan yg dibuat sampai laporannya ke Bupati Mandailing Natal.
Contoh, Dana Desa Aek Nabara di Kec.Panyabungan Timur dan Desa Silogun di Kecamatan Pakantan, dugaan Korupsi sangat besar, sebab untuk menjangkau Kedua desa tersebut, pasti Inspektorat mikir 12 Kali untuk terjun ke desa tersebut.
Begitu juga disejumlah Desa lainnya, kalau kita jujur semua, sejak TA 2015 – 2025 Anggaran Dana Desa sudah berapa Milyar dialokasikan dari APBN ke 377 Desa, coba lihat dan perhatikan desa – desa tersebut, apa yg telah berubah di desa penerima Dana Desa, pasti kita geleng kepala, jika kita mau jujur.
” Kita tidak menyalahkan Kepala Inspektorat Madina sekarang, yang kita salahkan tidak adanya keterbukaan informasi disetiap Desa dan diperparah lagi ada kebijakan yg menakut – nakuti Kepala Desa, jadinya makin runyam,” ujar Khairunnisyah.
Begitupun, kita dari LSM Mengajak Inspektorat dan Kejari Mandailing Natal, untuk Membongkar Dugaan Korupsi di 377 Desa se Mandailing Natal, agar Dana Desa tersebut dinikmati masyarakat penggunaannya.
Kepala Inspektorat Madina Munawar dan Kajari Madina yang dikonfirmasi Wartawan, Senin(19/10) malam, hingga Selasa Pagi(20/10) belum memberikan jawaban( Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








