Hadir di Laga Musda Karena Khawatir, Ade Batubara Tawarkan Lima Pilar dan Berharap KNPI Madina Makin Solid

Kripis Pemuda || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum

Perpecahan KNPI menjadi salah satu kegelisahan Ade Batubara atau Misron Saidi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Di tengah tantangan generasi muda yang semakin berat, ia khawatir energi dan potensi pemuda justru terkuras oleh konflik internal organisasi.

Namun, bagi Ade, menyatukan KNPI bukan tujuan akhir. Persatuan diperlukan agar organisasi kepemudaan mampu bekerja lebih konkret, mulai dari mendorong kemandirian ekonomi pemuda, mengawal pendidikan dan kesehatan, hingga memperkuat kaderisasi dan inovasi.

Tokoh pemuda Madina ini mengajak seluruh kalangan pemuda menyukseskan Musda sekaligus menjadikannya momentum untuk mengembalikan KNPI sebagai wadah bersama.

Ke depan, pemuda Madina semestinya lebih solid. Selain solid di OKP masing-masing, juga kompak dalam wadah KNPI. “Yang kita butuhkan hanya satu saja wadah KNPI yang bisa menghimpun Ormawa dan OKP yang tumbuh di Madina,” ujarnya melalui sambungan telepon belum lama ini.

Bukan Sekadar Menyatukan Pengurus

Ade menilai, perpecahan KNPI bukan semata-mata persoalan jumlah kepengurusan atau perebutan legitimasi. Persoalan yang lebih besar ialah potensi pemuda yang tidak terkonsolidasi ketika energi organisasi terserap untuk mempertahankan kubu masing-masing.

Padahal, pemuda menghadapi tantangan yang membutuhkan kerja bersama: terbatasnya kesempatan ekonomi, kebutuhan peningkatan kapasitas, persoalan pendidikan dan kesehatan, serta tuntutan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kalau konflik di dalam tubuhnya sendiri tidak selesai, KNPI akan sulit berbuat banyak. Kelengkapan susunan pengurus di masing-masing versi ternyata tidak otomatis menjadi formula konsolidasi. Karena itu, Musda ini harus menjadi momentum konsolidasi, kolaborasi, dan sinergi,” kata Ade.

Pernyataan itu menegaskan arah yang ingin ia dorong: KNPI harus bergerak dari urusan konsolidasi internal menuju kerja yang dirasakan manfaatnya oleh pemuda dan masyarakat.

Lima Pilar Kemandirian Pemuda

Poster pencalonan Ade mengusung visi terwujudnya pemuda Mandailing Natal yang mandiri, berintegritas, dan menjadi motor pembangunan Madina Madani. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam lima pilar program.

Pertama, kemandirian ekonomi melalui 1.000 wirausaha muda.

Ade mencantumkan agenda “Mandiri Ekonomi — 1.000 Wirausaha Muda”. Gagasan ini menempatkan kewirausahaan sebagai salah satu jalur untuk memperluas kesempatan ekonomi dan mendorong pemuda menjadi pelaku usaha, bukan hanya pencari kerja.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan target tersebut ke dalam program yang terukur: bagaimana calon wirausaha direkrut, keterampilan apa yang diberikan, bagaimana akses pendampingan dan pasar dibuka, serta bagaimana keberlanjutan usaha dipantau. Rincian itu akan menentukan apakah angka 1.000 menjadi target kerja yang realistis dan dapat dievaluasi.

Kedua, advokasi pendidikan, kesehatan, dan antikorupsi.

Pilar ini menunjukkan bahwa agenda pemuda tidak terbatas pada kegiatan internal organisasi. KNPI juga dapat mengambil peran sebagai pengawal kepentingan publik, menyuarakan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih.

Advokasi tersebut membutuhkan basis data, kemitraan dengan kelompok masyarakat, dan keberanian menyampaikan kritik secara bertanggung jawab. Dengan begitu, suara pemuda tidak berhenti sebagai pernyataan sikap, tetapi dapat menjadi masukan bagi perbaikan kebijakan.

Ketiga, nasionalisme dan kaderisasi OKP.

Bagi organisasi payung seperti KNPI, kaderisasi merupakan pekerjaan mendasar. Keberagaman organisasi kepemudaan seharusnya menjadi sumber kekuatan, pengalaman, dan gagasan.

Pilar nasionalisme dan kaderisasi OKP dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kader lintas organisasi, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun kerja sama tanpa menghapus identitas masing-masing.

Agenda ini juga berhubungan langsung dengan persoalan Musda: soliditas tidak cukup dibentuk melalui kepengurusan baru, tetapi harus tumbuh melalui relasi dan kerja nyata antarkader.

Keempat, digitalisasi dan inovasi.

Perkembangan teknologi menuntut pemuda memiliki keterampilan yang relevan. Agenda digital dan inovasi membuka peluang bagi KNPI untuk memperluas literasi digital, mendorong kreativitas, serta membantu pemuda memanfaatkan teknologi bagi kegiatan ekonomi dan sosial.

Agar tidak berhenti sebagai jargon, program ini perlu diarahkan pada kebutuhan nyata pemuda Madina, termasuk keterampilan digital yang dapat menunjang usaha, akses informasi, dan pengembangan gagasan lokal.

Kelima, integritas dan religiusitas.

Ade juga menempatkan integritas dan religiusitas sebagai salah satu pilar. Dimensi ini penting karena kemampuan, jejaring, dan keberhasilan ekonomi perlu ditopang oleh karakter serta tanggung jawab moral.

Dalam perspektif Horizon Tauhid, integritas berarti menyelaraskan perkataan dan tindakan, menjaga amanah, serta menggunakan kemampuan untuk memberi manfaat. Nilai religius tidak cukup tampil dalam simbol, tetapi perlu tercermin dalam cara pemimpin mengambil keputusan, memperlakukan sesama, dan mempertanggungjawabkan kewenangannya.

Kelima pilar tersebut memperlihatkan bahwa tawaran Ade tidak hanya berbicara tentang penyatuan organisasi, tetapi juga tentang arah kontribusi KNPI bagi pemuda dan pembangunan daerah.

Satu KNPI, Lebih Besar Daya Kerjanya

Ade menilai dinamika kepengurusan KNPI di tingkat nasional perlu menjadi pelajaran bagi pemuda Madina. Perbedaan pandangan dan strategi tidak harus dihapuskan. Yang lebih penting ialah menemukan visi bersama dan menyelaraskan langkah dalam satu wadah yang mampu mengakomodasi keragaman organisasi.

Situasi kepengurusan yang beragam juga dapat menyulitkan pemerintah daerah ketika berhadapan dengan sejumlah pihak yang sama-sama mengatasnamakan KNPI. Karena itu, penyatuan langkah perlu dibangun melalui dialog, pencarian titik temu, dan kesediaan menempatkan kepentingan pemuda di atas kepentingan kelompok.

KNPI tunggal, dalam kerangka ini, bukan berarti semua OKP harus kehilangan identitasnya. Sebaliknya, setiap organisasi perlu memiliki ruang untuk berkembang sekaligus berkontribusi dalam agenda bersama.

Persatuan menjadi penting karena lima pilar program tersebut membutuhkan jejaring dan partisipasi yang luas. Program kewirausahaan memerlukan kolaborasi; advokasi membutuhkan dukungan lintas organisasi; kaderisasi memerlukan keterlibatan OKP; inovasi membutuhkan pertukaran pengetahuan; dan integritas harus menjadi standar bersama.

Musda Harus Membuka Jalan bagi Program

Bagi Ade, keberhasilan Musda tidak semestinya hanya diukur dari terpilihnya seorang ketua atau terbentuknya susunan pengurus. Ukuran yang lebih mendasar ialah apakah proses itu mampu memulihkan soliditas pemuda dan membuka jalan bagi program yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Karena itu, Musda perlu menjadi momentum untuk mempertemukan gagasan, mengonsolidasikan potensi, dan membangun komitmen kerja. Tawaran 1.000 wirausaha muda, advokasi pendidikan dan kesehatan, kaderisasi OKP, digitalisasi, serta integritas akan membutuhkan target, tahapan pelaksanaan, dan evaluasi yang jelas.

Di tengah tantangan yang semakin berat, pemuda Madina membutuhkan organisasi yang memperbesar daya jangkau dan daya tawar mereka. Perpecahan justru berisiko mempersempit ruang gerak itu.

Persatuan bukan sekadar agar KNPI memiliki satu kepengurusan. Persatuan diperlukan agar pemuda memiliki kekuatan bersama untuk berusaha, berinovasi, mengawal kebijakan, dan mengambil bagian dalam pembangunan Madina.

Itulah pekerjaan yang perlu dimulai dari Musda: menyatukan rumahnya, memperjelas agenda kerjanya, lalu membuktikan manfaatnya bagi pemuda.(gl-mep)

Admin : Iskandar Hasibuan.SE.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Disaksikan Bupati JTP Hutabarat, Pengurus SMSI Taput 2026-2029 Resmi Dilantik, Ketua Jhonson Silaban

    TAPANULI UTARA(Malintangpos Online): Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tapanuli Utara Masa Bakti 2026-2029 yang diketuai Jhonson M Silaban (medanbisnisdaily.com), resmi dilantik oleh Ketua SMSI Provinsi Sumatera Utara, Erris…

    Read more

    Continue reading
    ANGGARAN SUMUT NAIK RP1,658 TRILIUN: BELANJA BERTAMBAH, RAKYAT DAPAT MANFAAT..?

    KRIPIS SUMUT || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum | 28 Oktober 2026 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara mengalami perubahan signifikan. Dalam postur P-APBD 2026, pendapatan daerah tercatat sekitar…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses