Penantang Baru (Terakhir?) di Ring Musda KNPI Madina, Pajarur Rahman Nasution: Satu KNPI di Bagas Godang Pemuda

Kripis Pemuda | Gugus Literasi Mandailing Epicentrum

Satu lagi nama masuk dalam gelanggang Musda KNPI Mandailing Natal periode 2026–2029. Pajarur Rohman Nasution, M.Pd. Dia membawa pesan yang menyentuh persoalan mendasar organisasi kepemudaan saat ini: KNPI harus menjadi wadah pemersatu, bukan tempat lahirnya perpecahan baru.

Dalam pesan tertulisnya, Pajarur berharap KNPI Madina mampu menghimpun seluruh elemen dan golongan pemuda tanpa memandang latar belakang organisasi maupun perbedaan pandangan. Berhimpunnya elemen pemuda, menurutnya, diperlukan untuk membangun gerakan yang solid dan berorientasi pada kepentingan bersama.

“Perbedaan organisasi dan pandangan seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk terpecah belah,” demikian inti pesannya.

Satu Wadah, Banyak Perbedaan

Pajarur menyebut tujuan akhirnya dengan tegas: Mewujudkan KNPI yang tunggal di Mandailing Natal.

Pernyataan ini relevan dengan persoalan dualisme KNPI yang menjadi perhatian dalam dinamika kepemudaan Madina. Ketika muncul berbagai versi kepengurusan, pertanyaan tentang fungsi pemersatu organisasi tidak bisa dihindari.

Namun, KNPI tunggal tidak cukup dibangun melalui kesamaan slogan. Kehendak itu membutuhkan kesediaan para pihak untuk duduk bersama, mekanisme organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta ruang partisipasi yang tidak hanya mengakomodasi kelompok yang dekat dengan pengurus terpilih.

Di sinilah gagasan persatuan diuji: mampukah perbedaan tetap hidup tanpa harus melahirkan organisasi yang saling meniadakan?

Wujudkan Kepemimpinan Solutif

Poster pencalonannya mengangkat gagasan “Dari Aktivis Menuju Basis Kepemimpinan Solutif”. Visi yang ditampilkan ialah menjadikan KNPI Madina sebagai episentrum gerakan pemuda yang progresif, mandiri, akomodatif, dan berdaya saing.

Lima misi yang dicantumkan mencakup penguatan KNPI sebagai wadah inklusif, kemandirian ekonomi pemuda, peningkatan kapasitas kepemimpinan dan intelektualitas, advokasi kebijakan publik pro-pemuda, serta penguatan sinergi dengan pemerintah, sektor swasta, dan elemen masyarakat.

Agenda tersebut memperluas pembicaraan dari persoalan penyatuan kepengurusan menuju pertanyaan tentang manfaat organisasi. Sebab, KNPI yang bersatu semestinya bukan hanya berhasil menghimpun orang, tetapi juga mampu menghasilkan kerja yang berguna bagi pemuda.

Kemandirian ekonomi, peningkatan kapasitas, dan advokasi kebijakan membutuhkan program terukur, pembagian peran yang jelas, serta keberlanjutan kerja. Di situlah kepemimpinan solutif perlu dibuktikan.

Bagas Godang Pemuda

Poster Pajarur menggunakan ungkapan “KNPI Madina (Bagas Godang Pemuda) Lebih Progresif”. Metafora ini dekat dengan kebudayaan Mandailing: rumah bersama yang memberi tempat bagi banyak orang, menjaga martabat, dan memungkinkan musyawarah berlangsung.

Namun, rumah bersama hanya bermakna jika pintunya terbuka, penghuninya diperlakukan adil, dan perbedaan tidak menjadi alasan untuk mengusir satu sama lain.

KNPI sebagai Bagas Godang Pemuda semestinya tidak meminta setiap OKP kehilangan identitasnya. Justru setiap organisasi membawa kekuatan dan pengalamannya untuk disinergikan dalam kerja bersama.

Menguji Pesan dengan Tindakan

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, memberikan tiga ukuran untuk membaca gagasan persatuan tersebut.

Patriotik berarti menempatkan kepentingan bersama di atas pewarisan konflik. Gigih berarti terus membangun mekanisme penyatuan meskipun prosesnya tidak mudah. Berempati berarti memberi ruang kepada kelompok berbeda tanpa menuntut mereka kehilangan identitas organisasinya.

Dalam Horizon Tauhid, persatuan juga mengandung amanah moral: kejujuran antara ucapan dan tindakan, keadilan dalam memperlakukan sesama, serta tanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Karena itu, gagasan KNPI tunggal perlu diterjemahkan ke dalam komitmen konkret: mekanisme Musda yang disepakati, partisipasi lintas OKP, penghormatan terhadap proses yang sah, dan kesediaan bekerja bersama setelah kontestasi berakhir.

Pajarur telah menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. Tahap berikutnya adalah menguraikan bagaimana tujuan itu diwujudkan dan bagaimana keberhasilannya diukur.

Sebab, KNPI tunggal bukan sekadar satu nama atau satu kepengurusan. Ia harus menjadi satu ruang pengabdian yang membuat perbedaan mampu bekerja untuk kepentingan pemuda Mandailing Natal.

(gl-mep)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.SE

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Disaksikan Bupati JTP Hutabarat, Pengurus SMSI Taput 2026-2029 Resmi Dilantik, Ketua Jhonson Silaban

    TAPANULI UTARA(Malintangpos Online): Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tapanuli Utara Masa Bakti 2026-2029 yang diketuai Jhonson M Silaban (medanbisnisdaily.com), resmi dilantik oleh Ketua SMSI Provinsi Sumatera Utara, Erris…

    Read more

    Continue reading
    ANGGARAN SUMUT NAIK RP1,658 TRILIUN: BELANJA BERTAMBAH, RAKYAT DAPAT MANFAAT..?

    KRIPIS SUMUT || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum | 28 Oktober 2026 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara mengalami perubahan signifikan. Dalam postur P-APBD 2026, pendapatan daerah tercatat sekitar…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses