Catatan Pileg 2019 (3), “ Rishwah “ dan “ Demokrasi Sudah Dinodai “

Ibu-ibu bicarakan Politik setelah membaca Malintang Pos/Nanda dan Suaib

Kalimat ini diperoleh dari Akun Facebook  Navrizal Iswar “ Aku terkesima setelah membaca sebuah tulisan seorang tokoh yang termasuk salah satu tokoh yang paling saya kagumi di kampung ini (Drs..H Talkisman tanjung).

Beliau menuliskan sebuah kata “Rishwah”dan “Demokrasi sudah dinodai”

begitu ambisikah orang2 hingga Rishwah (suara yg dibayar) itu menjadi praktek yang halal untuk orang2 yang berlabelkan dermawan dan alim?

Bukankah dua periode
Tanpa DPRD yang berasal dari putra daerah,alokasi APBD utk batahan termasuk yang terbesar dibandingkan kecamatan lain?

Jika dibandingkan sebelum dan sesudah tahun 2011 pembangunan sector, Infrastruktur,pendidikan dan kesehatan mulai mengalami peningkatan.bahkan untuk akses jalan sinunukan-batahan-palimbungan telah tercatum pada RKPD propsu dan RKP Nasional (proses pengerjaan)

Insha Allah Batahan jaya tanpa harus melakukan praktek2 haram.

Untuk para pelaku Rishwah dan para calon “PEMENANG HARAM” bersiap siaplah karena “Ar-Raasyi wal Murtasyii” :keduanya akan dilaknat Allah,Termasuk perantaranya. “Untuk para saudara saudara ku Jatuhkan pilihan kepada calon yang tidak melakukan Rishwah” (Bersambung Terus)

 

 

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses