Siapa Suruh Menjadi Wartawan(2)

Iskandar hasibuanMENJADI Wartawan sekarang ini di Bumi Gordang Sambilan, boleh dikatakan ” Serba Salah ” karena selain sulitnya mendapat akses informasi, juga harus siap – siap tidak diladeni dalam bidang apa sajapun yang menyangkut untuk informasi yang dibutuhkan bagi masyarakat.

Kenapa begitu..?  Hanya pihak pemerintah yang bisa menjawabnya, walaupun bagi Wartawan sebenarnya untuk membuat berita, bukan harus berita pemerintah, tapi terkadang harus perlu konfirmasi ke akuratan data yang akan dibuat beritanya, tapi ia sudahlah, itulah tugas Wartawan mencari sumber – sumber berita yang memenuhi unsur 5 W+ 1H.

Ketika Penulis melakukan liputan terkait dengan Covid -19 dan tentu sumber – sumber beritanya harus melalui jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas, Tenaga medis di desa-desa,jika di Kabupaten ada Posko GTPP Covid -19 yang harus dikonfirmasi agar masyarakat tidak bingung menerima informasi yang kita sajikan di media kita tempat menulis.

Kenapa harus diberitakan Covid -19..? Nah lho, bagaimana masyarakat mengetahui keadaan ataupun informasi tentang Virus Corona, kalau tidak diberitakan, apa sudah cukup di Facebook ,tentu tidak.

Maka wajarlah judul tulisan ini ” Siapa Suruh Menjadi Wartawan” dan bagi pejabat ” Siapa Suruh Menjadi Pejabat” tentu antara pejabat dan Wartawan saling isi mengisi, atau saling membutuhkan, satu sama lainnya.

Waktu Penulis menulis berita ini,  tiba-tiba  masuk WhatsApp dari orang yang mempunyai Nomor WhatsApp. 0812332152xx ” Wartawan di Madina Tidak Dibutuhkan, Ngak Usah Menulis ” itulah isi dari WhatsApp tersebut.

Bayangkan, kira – kira siapalah yang kirim WhatsApp tersebut, apakah Wartawan, Pejabat atau memang orang yang tidak suka kepada Wartawan, entahlah, yang penting Wartawan selalu membuat berita terkait kondisi yang ada di daerah Mandailing Natal, untuk diketahui oleh masyarakat.

” Apapun yang dikerjakan oleh pemerintah atau siapa sajapun, maka tidak akan diketahui oleh masyarakat, jika tidak diberitakan Wartawan, karena itu, berikan informasi seluas – luasnya kepada Wartawan, ” ujar Mantan Bupati Madina H. Amru Daulay, SH sekitar tahun 2007 yang lalu ketika diadakan Coffee Morning di rumah dinasnya waktu itu ( Bersambung Terus)

Admin : iskandar

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pasca Libur Lebaran, Bupati Madina Sidak Pelayanan di RSUD Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hari pertama masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution melakukan peninjauan pelayanan publik di RSUD Panyabungan, Rabu (25/3/2026). Dalam kunjungan tersebut,…

    Read more

    Continue reading
    Disiplin Masyarakat Disorot, Publik Pertanyakan Konsistensi H. Saipullah Nasution dalam Tata Kelola ASN

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi Lubuk Larangan di Mandailing Natal, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses