20 Tahun Dibiarkan, Jalan Rao-Rao Dolok – Panjaringan ” Rusak Berat “

TAMBANGAN(Malintangpos Online): ” Pak Bupati dan Kadis PUPR, Jalan -Jalan dong ke Desa Kami, “Ujar warga Desa Panjaringan Kec. Tambangan Kab. Madina Via WhatsApp ke Redaksi Malintangpos Online Minggu(23-8).

Kenapa rupanya ” Karena jalan dari Desa Rao-Rao Dolok – Desa Panjaringan sepanjang 3 Km dan mungkin lebih, rusak berat dan selama 20 tahun ini tidak pernah diperbaiki, ” Ujar  Aflan Hasibuan Via WhatsApp dan berharap Bupati/Wakil Bupati, serta DPRD segera membangun jalan tersebut.

Kata Aflan Hasibuan, Desa Rao-Rao Dolok, Desa Panjaringan kan masih masuk Kabupaten Mandailing Natal, tentu wajar dapat APBD, atau memang desa kami bukan Mandailing Natal.

Secara terpisah, S. Nasution yg juga warga Kec. Tambangan, sangat tidak memahami pihak Bappeda dan PUPR Madina yang menutup matanya ke daerah seberang Batang Gadis.

Jembatan kan dibangun..? ” Jembatan itukan Ambruk ,karena waktu memasang rangka baja Kontraktornya suka-sukanya,jujurlah Bupati dan Kadis, berapa kerugian warga akibat jembatan Ambruk dulu, ” sebut Nasution.

Kata dia, waktu masih Jembatan Bally aman-aman saja ketika mau dibuat Rangka Baja ia hanyutlah, tiang penyangganya saja kayu asal -asalan dibuat ” katanya lagi.

” Kami mendesak Bappeda, PUPR segera turun melihat kondisi jalan dari Desa Rao-Rao Dolok – Panjaringan, jangan hanya koar-koar di kantornya, lihat penderitaan warga, ” katanya(Dita)

Admin : iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pasca Libur Lebaran, Bupati Madina Sidak Pelayanan di RSUD Panyabungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hari pertama masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution melakukan peninjauan pelayanan publik di RSUD Panyabungan, Rabu (25/3/2026). Dalam kunjungan tersebut,…

    Read more

    Continue reading
    Disiplin Masyarakat Disorot, Publik Pertanyakan Konsistensi H. Saipullah Nasution dalam Tata Kelola ASN

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi Lubuk Larangan di Mandailing Natal, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses