Polisi Berjuang, Haruskah ” Uang ” Biar Memilih Pemimpin di Kab.Madina..?

Sekarang sudah menunjukkan pukul 14.30 Wib, tidak berapa jam lagi kita akan menentukan Pemimpin kita di Kabupaten Mandailing Natal, sejak pagi telah muncul informasi bahwa banyak warga memperbincangkan ” Madung Mambagi (Sudah Membagi)” Tim Paslon dengan angka Rp 75.000 – Rp 100.000,-/  orang pemilih.

Persoalannya apakah harus ” Uang ” baru kita menentukan pilihan, apakah kita tidak melihat Polisi,TNI,KPUD ,Petugas TPS yang harus berjibaku mengantar dan melaksanakan agar pilkada berjalan dengan sukses. Entahlah.

Sebaiknya,jika kita ingin ada ” Perbaikan,Perubahan ” di daerah kita,janganlah kita bebani lagi Calon Bupati/Wakil Bupati kita yang harus mengeluarkan uang banyak untuk menjadi seorang pimpinan.

Sering kita mendengar protes,kritik bahwa Bupati/Wakil Bupati tidak amanah dan tidak melaksanakan Visi dan Misinya, lalu apakah kita tidak ingat waktu pilkada seperti sekarang ini bahwa sering terdengar ” NPWP ” atau Nomor Piro dan Wani Piro yg selalu kita protes dengan sebutan money politik.

Akibatnya, seorang Bupati/Wakil Bupati begitu dilantik/diambil sumpahnya langsung dibenaknya ingat ” Apa Yang Harus ku Korupsi ” sehingga lupa janjinya atau Visi dan Misinya yang telah dia ucapkan.

Contoh,lihatlah anggota Polres Madina yang berjibaku membawa alat atau logistik pilkada ke Desa Aek Nabara Kec.Panyabungan Timur walaupun itu tugasnya,tapi didalam hatinya pasti tertulis ” Mudah – Mudahan Lahir Pemimpin Yang Amanah sekalipun Polisi tidak memilih ” Mungkin ia ( Bersambung Terus)

Admin : Iskandar hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

    JAKARTA(Malintangpos Online):Mendirikan perusahaan pers dalam berbagai platform, termasuk media siber adalah hak asasi manusia yang lindungi oleh PBB dan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang…

    Read more

    Continue reading
    ” Pers Kontekstual “

    Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos. Upadate-nya…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses