ACT Sumut Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Sungai Asahan

MEDAN (Malintangpos Online): Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menyalurkan bantuan sembako untuk para korban banjir Sungai Asahan di Kabupaten Asahan.

Selain menyalurkan bantuan sembako, ACT dan MRI pun menurunkan armada bantuannya, berupa 1 unit perahu karet serta dilengkapi dengan puluhan paket pangan untuk masyarakat yang menjadi penyintas banjir di Asahan.

Dengan melibatkan tim gabungan dari relawan MRI Wilayah Sumut, MRI Asahan dan MRI Tanjungbalai, para relawan menyisir satu persatu penyintas dari rumah ke rumah mereka yang masih dalam kondisi terendam air.

Ketua Harian MRI Sumut Ali Sahniur kepada wartawan, Minggu (13/12) di Medan menyebutkan,
Tim diturunkan di Desa Sie 2 Hulu, Dusun 1, Kec. Simpang Empat, Asahan, dikarenakan pasca banjir kemarin rumah yang ada di desa masih terendam banjir walau banjir telah usai selama 10 hari lalu. “Hal ini tentu saja menyulitkan warga disana untuk beraktifitas, khususnya mencari rezeki untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ali.

Dengan menggunakan perahu karet yang sudah dibawa dari Markas MRI Sumut di Medan, relawan MRI membawa 30 karung beras 10 kg dan 30 kantong berisikan sembako, yang bersumber dari bantuan Program “Dedikasi Untuk Negeri Bank Indonesia”. “Tampak raut wajah haru dari para penerima manfaat, bantuan ini begitu berarti bagi mereka yang masih terjebak didalam genangan air, yang tentu saja menghambat aktifitas mereka sehari-hari dalam mencari nafkah”, ujar Ali.

Ali juga menjelaskan, bahwa pembagian sembako saat banjir di Asahan ini juga merupakan Implementasi Program Bank Indonesia. “Alhamdulillah dari ACT MRI SUMUT sudah menyalurkan bantuan berupa sembako dari donatur Bank Indonesia, sampai saat ini kondisi masih menggenangi perumahan warga, semoga musibah ini cepat berlalu,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, musim penghujan di akhir tahun ini ternyata meluas, keberbagai daerah di Sumatera Utara, tak ayal luapan air dari Sungai pun membanjiri pemukiman. Tak hanya di Kota Medan dan Kota Tebingtinggi yang telah mendahului, namun ternyata banjir juga ‘singgah’ ke Kabupaten Asahan pada Rabu (2/12) lalu.

Luapan Sungai Asahan merendam sejumlah pemukiman warga.

Ada  lima desa di Kecamatan Tinggi Raja dan Buntu Pane, yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter sedangkan 500 kepala keluarga yang menjadi penyintas dari dampak bencana banjir ini. Namun, bencana itu tidak sampai merenggut korban jiwa. Sebab, warga sudah melakukan antisipasi. Pemerintah dalam hal ini Pemkab Asahan dengan dibantu oleh BPBD dan TNI serta POLRI berjibaku demi memberikan penyelamatan dan evakuasi kepada penyintas.(att/BS)

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

 

Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Kades Hutanamale : Yang Dipasung Syahrul Khoir Bukan M.Yasid, Warga Minta Perhatian Pemda Madina

    HUTANAMALE(Malintangpos Online): Kepala Desa Hutanamale, Zein Nasution, mengutarakan bahwa yang sakit jiwa dan dipasung selama kurang lebih 25 Tahun adalah Syahrul Khoir, bukan M.Yasid yang diberitakan Media Online Medan Klarifikasi…

    Read more

    Continue reading
    Warga Desa Hutanamale Kec.Puncak Sorik Marapi Dipasung 25 Tahun, Ini Penjelasan Camat 

    PUNCAK SORIK MERAPI(Malintangpos Online):Warga Desa Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, Syahrul Khoir (41), mengalami pemasungan selama lebih dua puluh lima tahun (25 Tahun) oleh keluarganya. Demikian…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses