Kuasa Hukum SUKA : Menghalangi Pemilih, Melanggar UU Nomor : 7 Tahun 2017

Ilusterasi KTP

MENGHALALKAN segala cara didalam proses pelaksanaan pesta Demokrasi adalah bentuk ” Kepanikan ” dan itu terlihat ada muncul di menjelang pelaksanaan PSU di 2 TPS di Desa Kampung Baru Kec.Panyabungan Utara.

Maksudnya..? Terlihat Ada upaya-upaya sistematis dan terencana dilakukan pihak tertentu untuk membuat gangguan perolehan suara pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Madina dengan cara mengumpulkan KTP elektronik milik sejumlah warga yang terdaftar dalam DPT di tiga TPS yang bakal dilakukan PSU.

Informasi itu diungkapkan Adi Mansar, Kuasa Hukum Paslon HM. Ja’far Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi, kepada Wartawan, Kamis pagi (22/4-2021).

Menurutnya, tindakan tersebut melanggar ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2017 yaitu sebagai bentuk upaya terorganisir dan terencana menghalang-halangi orang lain atau pemilih untuk memberikan hak suaranya di TPS (tempat pemungutan suara) pada, Sabtu (24/4-2021) mendatang ini.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017, khususnya pasal 531 dan 532, diatur mengenai ancaman pidana bagi orang-orang yang sengaja menghalang-halangi, apakah memakai kekerasan atau tidak dengan pidana maksimal dua tahun.

Ketentuan tersebut berlaku juga bagi orang-orang yang membuat suara pemilih tidak bernilai dalam suatu proses pemilu.

“Bawaslu harus berada di garda terdepan mendobrak tirani dugaan pelanggaran Pilkada di Madina. Saya bermohon bapak Kapolres tidak ragu memberikan tindakan kepada semua pihak, pendukung paslon mana pun, sepanjang merusak tatanan demokrasi,” kata Adi Mansar.

Tindakan melawan hukum dan merupakan kriminal kelas atas ini, jelasnya, suatu perbuatan dalam pesta demokrasi yang tidak bisa ditolerir. Karena pelaksanaan PSU harus Luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) serta Jurdil (jujur dan adil).

“Jauh dari sifat TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) yang dapat mencederai nilai-nilai demokratis,” kata sang pengacara ini.

Menurut dia, mengumpulkan KTP dengan memberikan sejumlah uang kepada orang-orang tertentu merupakan satu bentuk perbuatan yang tidak lazim dan jelas melawan hukum, sehingga sebelum hari-H pelaksanaan PSU harus sudah diselesaikan semua pihak yang mempunyai kewenangan, kompetensi, kewajiban dalam menyenggarakan PSU sebagaimana mestinya.

Kepada masyarakat yang KTP-nya sempat diambil dan kemudian dibagikan sejumlah uang, kata Adi Mansar, supaya memfoto uang yang sudah diberikan mereka. Dalam sistem hukum di Indonesia, orang yang memberi dan menerima sama-sama dapat diminta pertanggungjawaban pidana sehingga sebaiknya uang tersebut disimpan dulu sampai KTP dikembalikan.

“Silahkan masyarakat yang merasa keberatan dengan cara mengumpulkan KTP tersebut membuat pernyataan tertulis, bahwa KTP dikumpulkan dengan cara tipu daya karena dilakukan secara tidak etis dan di luar moral kesopanan dan etika bermasyarakat sebagai orang timur, apalagi orang Madina.

“Bapak atau ibu harus tetap datang ke TPS pada saat PSU, 24 April 2021. Kalaupun KTP tidak ada, silakan bawa kartu keluarga (KK) atau identitas lain dengan alasan KTP tersebut dikumpulkan seseorang,” ujar Adi Mansar. (AM)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pemko Sibolga Terima Kunjungan Tim Monev Satgas PRR, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur

    SIBOLGA(Malintangpos Online):Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menerima kunjungan Tim Verifikasi dan Validasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana di Aula Nusantara I, Kantor Wali…

    Read more

    Continue reading
    Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana, Pemko Sibolga Dampingi Tim Monev Satgas PRR Tinjau Infrastruktur

    SIBOLGA(Malintangpos Online):Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga terus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga beberapa waktu lalu, melalui pendampingan terhadap Tim Verifikasi dan Validasi…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses