Siapa Dibelakang Bimtek Kepala Desa se- Kab.Mandailing Natal

Ilusterasi pemanis berita

MASYARAKAT Kabupaten Mandailing Natal, mungkin masih ingat dengan ” Bimtek PKK Desa ” beberapa waktu yang lalu di Parapat Kabupaten Simalungun dan sejak Jumat siang(21/5) kembali Bumi Gordang Sambilan “Dihebohkan ” dengan munculnya program Bimtek Kepala Desa di Dua(2) Hotel di Kota Medan dalam waktu dekat ini.

” Siapa Dibelakang Bimtek Kepala Desa se – Kabupaten Mandailing Natal ” itulah judul tulisan ” Keluh -Kesah Kades ” kepada sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan sejumlah elemen yang mendengar keluhan Kepala Desa,terkait Program Bimtek yang boleh dikatakan berkali -kali dalam setiap tahun anggaran caernya Dana Desa (DD).

Benarkah Program Bimtek hasil Musyawarah Desa, atau memang Bimtek titipan dari oknum -oknum yang melihat peluang yang sangat menguntungkan,sebab anggarannya Rp 5.000.000,-/ Orang yang ikut Bimtek, baik Kades dan Sekretaris Desa,ataupun BPD maupun perangkat desa,serta Ibu PKK Desa..?

Ada yang mengatakan Bimtek adalah program  ” TITIPAN ” dari oknum -oknum yang mampu mendekati Kadis PMD, ada yang mampu mendekati Bupati dan Ketua TP.PKK Madina,jika sudah mampu meyakinkannya, maka oknum – oknum tersebut mencari Lembaga yang sesuai dengan juklak dan juknis yang dikeluarkan Kementerian Desa,jadilah acara ” Bimtek Titipan ” tersebut.

Kegiatan Bimtek di Bulan Mei 2021 ini di Nakhodai oleh LPKPD, Gelombang 1 tanggal 24 – 27 Mei di Grend Antares Medan dengan biaya Rp 5.000.000/orang dengan Materi Bimtek ” Sterategi pengelolaan asset Desa dan Administerasi Desa yang Efektif,serta pengembangan dan motipasi kepemiminan”

Gelombang ke 2, datang dari ICON TRAINING CENTER ditujukan kepada Kepala Desa, dengan Biaya Rp 5.000.000,-/ orang, peserta Kades dan BPD .tanggal 27 -30 Mei 2021 di Hotel Le Polonia Hotel Medan, materi yang di Bimtekkan ” Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa(RPJMDes) dan Pengelolaan Keuangan Desa ”

Bayangkan, jika pesertanya Kades,Sekretaris Desa dan BPD sudah berapa anggaran DD tahun 2021 terkuras untuk pelaksanaan,BIMTEK yang tidak menguntungkan bagi setiap desa.

Kenapa..? Dari seluruh Kades di Mandailing Natal sekitar 75 % ” MENOLAK ” Kegiatan tersebut, tapi Kades tidak berani ” MELAWAN ” Kebijakan dari oknum – oknum yang ada dibelakang Pelaksanaan Bimtek yang selama ini dilaksanakan.(Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Kadis : P.APBD 2026 Eksaminasi, Gaji Nakes PPPK Madina ” Terlambat ” Minta Kepastian Pembayaran

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Tenaga Kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di 26 Puskesmas & RSUD Panyabungan, Mengeluh disebabkan Gaji sering terlambat tanpa ada Penjelasan resmi dari instansi yang mengelola…

    Read more

    Continue reading
    Dinsos P3A Madina Gandeng Kaum Ibu di Hutabargot Tingkatkan Perekonomian Keluarga

    HUTABARGOT(Malintangpos Online):Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggandeng kaum ibu di Desa Kumpulan Setia, Kecamatan Hutabargot, sebagai peserta dalam pelatihan Pemberdayaan Perempuan Bidang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses