Kegiatan Bimtek dan Pengadaan Buku Desa ” Korupsi Gaya Baru ” di Kabupaten Mandailing Natal

Kegiatan Bimtek dan Pengadaan Buku di Dana Desa (DD) tahun 2021 boleh dikatakan ” Korupsi Gaya Baru ” antara Kepala Desa, pihak atau Oknum – Oknum yang mengelolanya, sebab kedua kegiatan tersebut menjadi bahan pembicaraan ditengah -tengah masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.

” Korupsi Gaya Baru ” Kalimat ini terucap dari masyarakat yang mengetahui kegiatan Bimtek dan Pengadaan Buku yang sumber dananya dari Dana Desa(DD) yang tidak pernah menjadi temuan Inspektorat, BPKP Sumut, Kejaksaan maupun Polisi,sebagai pihak yang seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk menyelamatkan dana APBN tersebut.

Kenapa tidak tersentuh Hukum..? Ada beberapa kenungkinan, antara lain ” Tidak ada yang mengadukan secara resmi ke pihak aparat penegak hukum, bisa jadi oknum – oknum didalam instusi tersebut mendapat bagian dan bisa jadi oknum -oknum Polisi, Kejaksaan, BPKP dan Inspektorat terlibat langsung dalam kegiatan Bimtek dan Pengadaan Buku ” mungkin ia.

Misalnya, soal Pengadaan Buku dengan anggaran Rp 10.000.000,- sampai Rp 20.000.000,- di Dana Desa Tahun 2021 sekarang adalah kegiatan yang terkesan dipaksakan ataupun kegiatan titipan.

Karena dari 377 desa yang ada kegiatan tersebut hampir seluruhnya mengalokasikan anggarannya walaupun bukan hasil musyawarah desa yang resmi, sebab mayoritas Kades ” Nggak Sepakat ” untuk Pengadaan Buku maupun Bimtek.

Uniknya, jika kita mengutif status Jambang Tabagsel di Akun Facebooknya ”  Oknum Dinas PMD Kab.Mandailing Natal Diduga Bermain Kembali Pengadaan Buku Perpustakaan Desa Dengan Oknum Pihak APH ” tanpa menyebut APH nya.

Masih Facebook Jambang Tabagsel ” Sementara Kasus Demi Kasus Di Pengadaan Buku Perpustakaan Desa Belum Usai, Sementara Ini Sudah Terulang Kembali Di Tahun Anggaran 2021

Dikatakan, Uang Sudah Ditagih Dari Kepala Desa , Sementara Fisik Bukunya Belum Kelihatan Bahkan Sampai- sampai Posisi Kepala Desa Masih Di Bank Sudah Datang Dari Dinas PMD Kab. Mandailing Natal Mengutip Uang Duluan

” Rencana Apalagi Yang Akan Terjadi..??? Apakah Kepala Desa Akan Jadi Korban Kembali , Mana Fisik Bukunya Bro..” tulis Jambang Tabagsel di Akun Facebook nya.

Sedangkan Kasi Administerasi Dinas PMD Madina Anjur , maupun Kadis PMD Madina Syahnan Batubara melalui WhatsApp nya, hingga pukul 16.30 Wib Senin(31/5) belum memberikan jawaban( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Soal Warisan Tidak Selesai, Dua Makam Pasutri di Madina Terpaksa Dibongkar

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Desa Hutalombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Akibat perselisihan harta warisan yang tak kunjung usai, dua makam pasangan suami…

    Read more

    Continue reading
    Tuntut Kades Mundur, Aksi Warga Desa Sopo Batu Kec.Panyabungan di Kantor Bupati Madina Sempat Ricuh

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Masyarakat Desa Sopo Batu Kec.Panyabungan, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Madina, dengan tuntutan agar Kepala Desa Sopo Batu mundur dari jabatannya. Aksi yang berlangsung pada Senin(11/05)…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses