Wajah Kota Panyabungan Setelah 22 Tahun (2 )

MASYATAKAT Mandailing Natal khususnya yang tinggal di Kota Panyabungan, secara jujur harus mengakui sejak ditinggal H.Amru Daulay,SH tahun 2011 yang lalu, tidak ada perubahan yang nyata di Kota Panyabungan, justuru Langganan banjir yang sering akibat drainase yg tersumbat kurang perawatan.

Kalau kita kilas balik, sekarang Kabupaten Mandailing Natal terdiri dan 23 kecamatan, 27 kelurahan, dan 377 desa
dengan luas wilayah mencapai 6.134,00 km2 dan jumlah penduduk sekitar 480.911
jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 78 jiwa/km2.

Apalagi, Penduduk Wilayah Kabupaten Mandailing Natal didominasi oleh etnis Mandailing. Masyarakat etnis Mandailing di kabupaten mi kebanyakan bermarga Nasution,Lubis, Pulungan, Harahap, Siregar, Rangkuti, dan Daulay.

Kemudian diikuti oleh suku Minangkabau yang banyak bermukim di daerah-daerah pesisir sejak masa lalu,Suku Siladang dan juga Nias.
Masyarakat Minangkabau banyak dijumpai di sekitar wilayah pesisir seperti Natal,
Kotanopan, Panyabungan, senta wilayah yang berbatasan dengan Sumatra Barat.

Dokumen MP

Orang Minang di Madina terlihat dan tidak adanya nama marga seperti orang
Mandailing dan Nias.

Karena itu, siapapun telah memahami betul bahwa yang tinggal di Kota Panyabungan  bukan saja warga yg marga yg ada di Mandailing Natal saja, tapi berbagai telah ada, lebih -lebih warga Minang dari Sumatera Barat sangat banyak.

Tentu, kalau saja Pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup ingin Kota Panyabungan Bersih, tidak harus beli Armada baru bisa bersih tumpukan sampah dari pinggir jalan .

Foto Dokumen MP

Contoh, apa salahnya Kadis Lingkungan Hidup Madina Kasmir Nasution, mengajak Camat Panyabungan, Ksdes/ Lurah se Kec.Panyabungan, OKP, Ormas, KNPI, Ulama dan Tokoh Masyarakat  untuk mencari jalan keluar agar tumpukan sampah tidak ada lagi di pinggir jalan.

Misalnya,membuat“LOMBA KEBERSIHAN ” se – Kota Panyabungan, atau membuat Taman -Taman kecil di sepanjang Jalan -Jalan yang ada di Inti daerah Kota Panyabungan, serta melibatkan pihak Bank , Perusahan yang ada ber Infestasi di Mandailing Natal.

Selain itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup membuat Peta atau Letak dibuatnya Taman kecil seperti di depan SMA Negeri 1 Panyabungan yg dibuat Bupati waktu itu dan yg buat taman tersebut bukan dari APBD, melainkan murni sumbangsih semua pengusaha ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Sembilan Tertimbun Material, Dua Meninggal, Lokasi PETI di Desa Aek Guo Kec.Batang Natal Longsor 

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Sabtu Sore(04/07) Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin( PETI) diwilayah Desa Aek Guo Kec.Batang Natal Kab.Madina, longsor menyebabkan 9 Orang Tertimbun Material dan Dua(2) orang warga dikabarkan meninggal…

    Read more

    Continue reading
    SATMA AMPI Madina Desak Polda Sumut Periksa AI Alias K Terkait Dugaan TPPU Tambang Ilegal KM 2 Hutabargot

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, mendesak Aparat Penegak Hukum, khususnya Polda Sumatera Utara, untuk segera memeriksa AI alias K terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses