Mengurus Sampah ” Berat ” Bagi Pemerintah Mandailing Natal

Foto Jumat(31/12) pukul 09.30 Wib

SEKITAR 69 Hari lagi, usia Kabupaten Mandailing Natal, memasuki 23 Tahun, Bupati/Wakil Bupati silih berganti, tetapi persoalan Sampah , Pemerintah ” Belum ” mampu untuk mencari solusinya, karena tumpukan sampah terus bertambah di sejumlah tempat.

Memang,Masyarakat yang sadar dan turut berpartisipasi dalam mengelola sampah merupakan salah satu ciri untuk mewujudkan indikator smart people.

Sayangnya, sampah yang bertebaran di mana-mana atau tingginya jumlah sampah yang diproduksi warga Kota Panyabungan, menandakan bahwa masih banyak perilaku masyarakat Panyanungan, yang harus diperbaiki untuk mencapai hal tersebut.

Tetapi, Walaupun begitu, kita bisa memulai perubahan dari hal-hal kecil, agar kelak Kota Panyabungan semakin bersih dan indah di pandang warga yang lalu lalang di Kota Panyabungan.

” Mengurus Sampah Berat Bagi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ” sehingga antara masyarakat dan pemerintah, sering saling menyalahkan dan soal tumpukan Sampah, bukannya berkurang, tapi justuru semakin bertambah.

Kenapa harus Betor Sampah..?

Investigasi Wartawan Malintang Pos Group di Kota Panyabungan, bahwa Persoalan Sampah, bukan persoalan dari rumah – rumah penduduk ke TPS.

Tetapi, persoalannya adalah pengangkutan dari TPS ke TPA, sebab kalau dari rumah – rumah penduduk harusnya ” Kita Bersyukur ” masih mau warga ” Membayar ” ketika Sampahnya dibawak petugas yang memang tidak di biayai oleh APBD Mandailing Natal.

Artinya, P.APBD Madina Tahun 2021 , telah membiayai sekitar 10 Unit Betor Sampah dan estimasi biaya sekitar Rp 35.000.000,- / Unitnya, tentu sudah Rp 350.000.000,- terbuang cuma – cuma alias tidak bermanfaat.

Niat dan Mental.

Sebenarnya, kalau kita jujur dan Ikhlas mengakui ketidak mampuan kita dalam mengelola Sampah, karena selain Niat dan Mental kita untuk melakukan ” Perubahan ” tidak ada dan tidak jarang antara kita di Mandailing Natal, sering saling menyalahkan satu sama lainnya.

Coba, kalau kita semua punya ” Niat ” untuk melakukan Perubahan, jangankan soal Sampah, persoalan Ladang Ganja diwilayah Lembah Tor Sihite juga akan dengan mudah kita selesaikan.

Tentu, kalau Niat kita sudah muncul, secara perlahan – lahan akan muncul Mental yang kuat dan muncul Perubahan dan disitu kita akan Bersyukur, seingga soal Sampah tidak ada lagi dimasa mendatang ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    ANSOR MADINA: AKAR TERCERABUT, KE ATAS MAKIN MENTOK?

    SERIAL BULAN PEMUDA Mengeja Puzzle Potensi Pemuda Daerah dari Jakarta, Bercermin dari Madina Artikel Kripis: Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Konfercab Gerakan Pemuda Ansor Mandailing Natal hari ini menghadirkan sebuah paradoks…

    Read more

    Continue reading
    BUMD BARU MADINA: DI ANTARA “VONIS” AKADEMIK DAN “VETO” POLITIK

    Artikel Kripis — Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru di Mandailing Natal perlu diuji dengan satu pertanyaan mendasar: apakah daerah benar-benar membutuhkan perusahaan milik pemerintah,…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses