
SEKALIPUN Usia dari Kabupaten Mandailing Natal,sudah 23 Tahun, tetapi untuk persoalan Sampah di Kota Panyabungan, sepertinya ” Masih Jauh Panggang Dari Api ” karena sampai sekarang belum bisa diatasi oleh pemerintah.
Kenapa Begitu..? Memang dari dulu atau sejak 09 Maret 1999 hingga sekarang tetap menjadi persoalan yang belum tersekesaikan, khususnya di pinggir jalan – jalan sterategis Kota Panyabungan, hampir setiap hari kita melihat ” Menumpuk ” dan mengeluarkan Aroma Busuk, soalah – olah Panyabungan cocok menjadi ” Kota Sampah Terbaik di Sumatera Utara “.

Sebenarnya, pada Era Sukairi – Atika sekarang, telah mereka cari SOLUSI nya, seperti membuat Amrol, Betor Sampah, Bak Sampah dari Bank Sumut, serta mewanti – wanti Plt.Kadis Lingkungan Hidup agar ” Kerja Keras ” mengatasi Sampah.
Alhamdulillah, selama ini di Simpang Jalan ABRI atau sekitar Trapic Life dekat Bank Sumut, banyak Sampah dan sekarang tidak ” KELUHATAN ” Lagi, karena telah dibuat Taman mini, silakan di Chek ke lokasi.
Karena itu, agar ada ” KESADARAN ” Masyarakat untuk tidak membuang Sampah Sembarangan dilakukan ” Lintas Sektoral ” cara mengatasi sampah, agar Kebersihan Kota Panyabungan bersih dan tidak kelihatan lagi Sampah di pinggir jalan Kota Kipang atau Kota Toge.

Maksudnya..? Coba semua OPD, Bank, SMP, SMA/SMK dan MA, Maupun Lembaga lain, ada Taman Mini Polres, Polsek, Dandim, Komfi, Dan Ramil 13 Panyabungan TNBG, KPUD, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kemenag, DPRD dan instansi lainnya.

Sedangkan, Satpol PP, Kadis Lingkungan Hidup, Camat , Lurah dan Kades cukup tugasnya Sosialusasi ” Jangan Buang Sampah Senbarangan ” bukan harus APBD yang menbiayai kegiatan Sosialisasi, mudahkan, yang susahnya hanya tiori, tidak ada yang berniat mencari Solusi agar Kota Panyabungan Bersih ( Bersambung Terus Tiap Hari )
Admin : Iskandar Hasibuan.








