Menelusuri Rumor ” Mahar ” Rp 200 juta Kepala Sekolah SMPN 2 di Mandailing Natal (2), Kabid PTK : Saya Hanya Boneka di Jabatan Ini..!!!

RDP Komisi 1 DPRD Madina/Roy Adam

KEMUNGKINAN Besar apa yang saat ini Viral tentang ” Mahar ” Rp 200 Juta, sama sekali tidak diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan, apalagi Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal.

Maksudnya..? Menanggapi apa yang disampaikan oleh Kabid PTK Dinas Pendidikan Mandailing Natal, ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) Antara Komisi 1 DPRD dengan Dinas Pendidikan,Senin (01/8) di ruang Komisi 1 ” Ada Benarnya ” sehingga boleh dikatakan Dinas Pendidikan sekarang ini ” KECOLONGAN ” Kebijakan.

Pada waktu RDP, Pengakuan mengejutkan keluar dari Kabid PTK Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Disdik Madina) Zulhamsyah saat mengikuti RDP dengan Komisi I. Zulham mengaku hanya boneka di jabatan yang ia duduki.

Hal itu ia ungkapkan ketika menjawab pertanyaan dari Asmaruddin Nasution terkait isu adanya mahar sampai Rp 200 juta rupiah yang mengiringi pergantian kepala SMPN 2 Panyabungan dan SMPN 1 Panyabungan.

“Isu itu benar, tapi kami (Dinas Pendidikan) tidak tahu menahu. Saya hanya seperti boneka di jabatan ini. Ada orang di luar birokrasi yang bisa menentukan pergantian kepala sekolah,” ujarnya yang membuat suasana ” Hening ” waktu itu.

Tak hanya itu, orang-orang di luar birokrasi ini pun mengetahui jumlah guru atau kepala sekolah yang akan pensiun.

“Mereka punya data itu. Sering terjadi pergantian kepala sekolah tanpa sepengetahuan saya,” terangnya.

Zulham memaparkan saat ini ada banyak sekolah yang dijabat oleh Plt.

“Bahkan ada yang telah menjadi Plt beberapa tahun,” sebutnya.

Hal ini dikhawatirkan akan bermasalah di kemudian hari karena pada dasarnya Plt. Kepala Sekolah tidak dibenarkan untuk menandatangani Ijazah.

Dalam rapat yang dilaksanakan di ruang Komisi I itu juga terungkap kepala SDN 221 Padang Bulan telah melewati batas maksimal jabatan Kepala Sekolah sebagaimana tertuang pada Permendagri Nomor 40 tahun 2021.

Terkait ini, Kepala SDN 221 Padang Bulan Nurjannah Nauli mengamini dan mengaku telah beberapa kali meminta dipindah tugaskan dari sekolah tersebut.

“Benar yang Bapak bilang. Saya juga tahu dan sudah beberapa kali saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan agar saya dipindah tugaskan,” ujarnya.

Dari fakta-fakta yang terungkap, Ketua Komisi I Zubaidah Nasution meminta Kabid PTK untuk menyampaikan semua persoalan yang muncul kepada Kepala Dinas, Wakil Bupati, dan Bupati.

“Kami minta ini disampaikan kepada kepala Dinas, Wakil Bupati, dan Bupati agar Pendidikan kita benar-benar dibenahi. Seharusnya ini Kadis yang hadir,” tegas Ketua Komisi I Zubaidah Nasution.

Rapat tersebut dihadiri beberapa anggota Komisi I, yakni Asmaruddin Nasution, Zainal Abidin, Irfan Sukri Tanjung, dan H. Hamdani.

Sementara dari pihak pemerintah terlihat hadir Kabid PTK Disdik Madina Zulhamsyah, Camat Kotanopan Pangeran Hidayat, Camat Pakantan Nurhamidah, Korwil Kotanopan Wahdeni, Korwil IX Sri Wirna Hayati, Kepala SDN 221 Padang Bulan Nurjannah Nauli, dan Kepala Desa Padang Bulan Bahren Daulay.( Bersambung Terus).

Peliput: Roy Adam

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Bupati Madina Terima Kunjungan Kerja Bupati Pasaman Barat

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menerima kunjungan kerja Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Yulianto dan rombongan di Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Selasa, 27…

    Read more

    Continue reading
    Diterima Wakil Bupati, Pemkab Madina Raih UHC Award 2026 Kategori Madya

    JAKARTA(Malintangpos Online):Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menerima Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 27 Jannuari 2026. Penghargaan tersebut…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses