
PANYABUNGAN(Malintangpos Online):”Malang Benar Nasib Anak Ini,” Kalimat itulah yang pas kita ucapkan kepada M.Raihan Lubis(9) yang sejak usia 4 Hari, telah mengalami Penyakit Kulit dan sampai 09 September 2022 ini, penyakit kulitnya belum juga sembuh, walau berobat hingga ke Ahli Penyakit Kulit di RS.Padangsidimpuan.
Informasi yang diperoleh Wartawan Malintang Pos Group Nanda Soekirno, bahwa M.Raihan adalah anak Ke-4 dari 5 Bersaudara, dari Pasangan Sabaruddin Lubis – Gustina Tinggal di Gang Pelita Desa Kampung Padang Kecamatan Panyabungan,Kab Mandailing Natal dan hanya sempat seminggu sekolah di salah satu sekolah PAUD.
Diketahui, Sabaruddin Lubis (Ayah M.Raihan Lubis) Ber Profesi pedagang Ikan Laut keliling Kampung ke Kampung dan istrinya Gustina ibu ramah tangga

Rumah ini statusnya..? Tanya Wartawan ” Rumah yang kami tempati adalah di kontrak, bukan milik kami, tapi di kontrak tiap bulan.
Sambil meneteskan airmata, Gustina menceritakan keadaan anaknya, bahwa Muhammad Raihan waktu lahir normal dan setelah 3 hari baru munculah luka kecil di bagian kaki sebelah kiri

Dan setelah hari ke 4 sudah menjalar ke seluruh tubuh hingga sampai saat ini kondisinya seperti ini, setiap waktu saya terus menangis dibuatnya.
” Raihan ini anak ke 4 dari 5 bersaudara,bukan dia saja yang seperti ini,anak keduanya pun mengalamai hal yang sama , tetapi meninggal berumur 3 bulan,” Ujar Gustina sambil menghapus airmatanya.
Saya sangat sedih melihat kondisi Raihan yang sudah 9 tahun menanggung penyakit kulit,dulu sempat saya sekolahkan di PAUD.
Tetapi , karna melihat kondisi yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya, Raihan seperti tidak di perdulikan teman-temannya dan ahirnya berhenti sekolah sampai sekarang.

” Setiap saat saya menangis , ketika Raihan mengadu kepada saya ” kapan lah mak saya sembuh , biar bisa seperti kawan-kawanku lainnya,” Ujar Gustina mengulangi ucapan anaknya dengan logat Mandailing.
” saya selalu memberikan semangat dengan mengatakan ” nanti sembuh itu nak,sabar ya nak,dan setelah dia pergi baru saya luapkan menangis ke kamar agar tidak terlihat oleh Anakku Raihan,” ujarnya.
Bantuan ada datang..? Tanya Wartawan ” Bidan Desa, Kepala Desa Kampung Padang, Kapolres Madina AKBP.Irsan Sinuhaji ( Kapolres Dulu) membantu Rp 5.000.000,_ dan Langsung Raihan dibawak berobat ke RS di P.Sidimpuan,” ujar Gustina sambil menangis terisak -isak.

” Pihak RS.INANTA Padangsidimpuan, mengutarakan penyakit Raihan adalah Penyakit Langka,” ujarnya.
Kata Gustina, bukannya tidak mau membawa Raihan, berobat ke Medan, tapi kami tidak mampu dengan biaya kami saat berada di Medan nanti.
Ada BPJS..? Tanya Wartawan ” Memang kami memiliki BPJS, tetapi yang di khawatirkan dengan biaya yang lain-lainnya, dan sampe sekarang hanya sebatas ini saja,” katanya.
Kepala Desa Kampung Padang Amran Rangkuti , mengutarakan memang betul itu warga saya dan sudah kami upayakan sebagai mana mampunya untuk mengobati anak kita itu.
Untuk bantuan yang saya berikan bersama Bidan Desa, berupa susu dan kacang kedelai dan sudah kita bawa berobat,tapi sampai saat ini belum menghasilkan kesembuhan terhadap Raihan.
“saya berharap kepada siapa saja yang mau kiranya memberi perhatian kepada warga saya ini , saya sangat senang supaya bisa membatu pengobatan Raihan,baik dari masyarakat maupun Pemerintah Daerah maupun Dermawan yang iba,” ujar Kades lagi.
Ka.UPT.Puskesmas Gunungtua Drg.Syafrida Efendi Siregar yang dihubungi,Sabtu(10/9) Via WhatsAp, mengutarakan bahwa M.Raihan Lubis, sejak Balita telah sering diperhatikan dan sudah dilaporkan dulu ke Kadis Kesehatan.
” Sejak Balita pihak Puskesmas Gunungtua dan Bidan Desa dan Kepala Desa ,sudah sering dibantu dan sudah berobat ke P.Sidimpuan juga,” sebut Ka.Puskesmas Gunungtua Drg.Syafrida Efendi Siregar.
Menular ngak Penyakit Raihan..? Tanya Wartawan ” Saya kura nggak Menular, nemang dua orang anak Pak Sabar – Gustina yang penyakitnya sama, tapi yang satunya meninggal dunia,” Ujar Drg.Syafrida Efendi Siregar melalui WhatsAppnya.
Sudah dilaporkan ke Camat Panyabungan dan Kadis Kesehatan..? Tanya Wartawan ” Dulu sudah, Insya Allah hari Senin ini kita laporkan balik untuk mendapat perhatian bersama,” ujar Drg Syagrida Efendi Siregar ( Nanda/Red).
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








