Mengkaji Tersumbatnya Zal Kanan Irigasi Batang Gadis di Mandailing Natal

PERSOALAN Tersumbatnya Sipon Zal Kanan Irigasi Batang Gadis, khususnya bagi pemilik lahan pertanian sekitar 772,06 Hektare di BPP Darussalam Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, sangat menyakitkan bagi ratusan petani di 15 Desa yang telah melaporkannya kepada pemerintah.

Maksudnya..? Kalau kita kalikan 776,06 Hektare, jika ditanami 1 kali musim tanam, tentu sudah menghasilkan kurang lebih sekitar 776,06 x 7 Ton/ Hektare, berarti dari Kecamatan Panyabungan, sudah berkurang gabah sekitar 5.404.420 Ton dan wajarlah sekarang ini Beras lebih banyak Berasal dari Luar Mandailing Natal.

Apakah ini dilihat Pemerintah Mandailing Natal..? Jawabnya ” Bupati Mandailing Natal HM.Jafar Sukhairi Nasution, sudah menyurati pihak BWS Sumatra II Medan, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap Irigasi Batang Gadis,” Ujar Petani Muhammad, yang membaca Berita disejumlah Media Online.

” Terimakasih Pak Bupati Mandailing Natal,” Ujar Muhammad, tetapi Petani sebenarnya tidak memahami apakah soal Irigasi adalah gawenya Bupati, Gubsu atau BWS Sumatra II Medan, karena yang dibutuhkan petani adalah Air yang cukup untuk areal pertaniannya.

” Na Ami Butuhkon Dabo Aek do, sugarina Pamarentahon copatma pature na, soal hak nise inda ami pahami i, SD au inda Tammat, jadi inda ubotoi ise na berhak be,” ujar Muhammad dengan logat Mandailing.

Sipon Anjolok 20 Meter

Keadaan saluran Irigasi Batang Gadis/Aris Moenandar

Ratusan Hektar tanaman padi yang meliputi Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina terancam gagal panen, akibat saluran Irigasi Sipon yang berada di Aek Pohon, Kelurahan Pidoli Dolok patah.

Petugas Pembantuan Operasi dan Pemeliharaan (TPOP) Saluran Irigasi Yusuf yang di konfirmasi Wartawan menuturkan, tim sudah turun memeriksa kerusakan itu dan langsung masuk ke dalam sipon, ternyata bangunan yang berada di Daerah Saluran (DAS) Aek Pohon telah rusak dan patah sepanjang 20 meter.

“Bangunan Sipon dengan panjang 70 meter ini telah rusak sepanjang 20 meter, dari gambaran itu, tim pekerja saluran tidak akan mampu memperbaikinya.”ujar Yusuf lewat sambungan telepon Kamis (16/2)

Kata Yusuf,  pihaknya, pekerja saluran tidak akan mungkin mampu memperbaiki saluran dengan kondisi kerusakan yang cukup parah tersebut, hal ini butuh waktu lama untuk memperbaikinya.

“Seandainya kami paksakan pun untuk memperbaikinya bisa mengancam keselamatan pekerja saluran, sipon ini sudah menggantung, dalam bangunan terdapat retakan dan patah, ini perlu rehab berat, jadi untuk permanen, akan ditangani pihak Balai Wilayah Sumatra ll, dan kami tidak bisa menangani ini.”ujar Yusuf.( Bersambung Terus)

Liputan Syahren Hasibuan dan Aris Moenandar

Admin : Iskandar Hasibuan.

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Jika Listrik Sudah Ada Pedagang Kaki Lima Pasar Baru Pasar Baru Akan Pindah 

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua Pedagang Kaki Lima Pasar Baru Panyabungan, Mester mengutarakan bahwa pihaknya dari ratusan orang Pedagang Kaki Lima yang masih menempati Lapak Eks Penampungan Pasar Baru Yang terbakar Pertengahan…

    Read more

    Continue reading
    Usai Pantau Aktivitas Gunung Sorik Marapi, Ini Pesan Bupati Madina

    PUNCAK SORIK MARAPI(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution,SH,MM, memantau langsung aktivitas Gunung Sorik Marapi di pos pemantauan, Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, pada Sabtu, 4…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses