
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Mantan Anggota DPRD ( Priode 2009 -2014) Kab.Madina Iskandar Hasibuan,mendesak Kadis Kesehatan, agar segera Mengevaluasi seluruh Ka.UPT.Puskesmas, yang dinilai gagal menjalankan tugas sebagai Ka.UPT.Puskesmas di daerahnya.
” Saya pernah di Komisi IV DPRD Madina,sebagai Sekretaris, makanya tau betul sistem kerja Ka.Puskesmas disetiap daerah,” Ujar Mantan Anggota DPRD Madina Iskandar Hasibuan, mengawali perbincangan soal Stunting dan Gizi Buruk di Mandailing Natal,Kamis(26/10) di Rindang Hotel Panyabungan.
Bicara soal Stunting dan Gizi Buruk diwilayah kita, ada peranan Ka.UPT.Puskesmas yang membiarkan stafnya, khususnya Bidan Desa atau staf yang membidangi bekerja sendiri -sendiri, alias hanya menerima Laporan ABS ( Asal Bapak Senang ) atau AIS ( Asal Ibu Senang) setiap ada kegiatan.

Maksudnya..? Kita ambil contoh, diwilayah Puskesmas Panyabungan Jae, setiap minggu ada kegiatan Pos Yandu dan di Umumkan di Mesjid, agar warga yg ada Balita dan Ibu Hamil datang ke Pos Yandu, untuk chek dan berobat, gratis pula.
” Kegiatan Pos Yandu ini rutin, tetapi pesertanya tidak banyak,atau warga yg bawa Balita dan Ibu Hamil yg Chek sangat minim sekali,” ujar Iskandar Hasibuan yg juga Bacaleg No 8 DPRD Sumut 7 dari PDI Perjuangan itu
Pernahkah Ka.UPT.Puskesmas menanyakan stafnya soal minimnya warga yg datang ke Pos Yandu, kalau ditanya pasti dijawab Ka.UPT.Puskesmas Pernah, tetapi nyatanya di Kel.Sipolu- polu ada warga meninggal, karena Gizi Buruk.
Pertanyaannya, Kok Bisa ..? Ia itu tadi, Pos Yandu hanya mengandalkan Pengumuman di Mesjid dan warga banyak yang tidak mendengar, akhirnya ada warga Terkena Gizi Buruk tidak terdeteksi pas oleh pihak Pos Yandu di tingkat Kelurahan, akhirnya yg disalahkan Kadis Kesehatan, sebab dia yg pucuk pimpinannannya di Bidang Kesehatan.
Selain itu, Kadis Kesehatan Madina, juga perlu tegas dan melakukan Evaluasi terhadap Ka.UPT.Puskesmas yg pelit informasi sekitar daerahnya.
Kenapa..? Ka.Puskesmas yg tidak bisa memonitoring warganya yg membutuhkan penanganan medis, segera di Evaluasi, sangat berdampak kepada Kadis dan Bupati/Wakil Bupati akhirnya.
” Ka.UPT.Puskesmas dan Bidan Desa yang lalai, sasarannya Kadis Kesehatan,Bupati/Wakil Bupati, padahal sudah diserahkan Amanah untuk kegiatan menghadapi masyarakat, ngak mungkin semua harus Kadis Kesehatan,” ujar Iskandar Hasibuan, sambil berkata ” Ini baru sedikit yg kita sampaikan,” ujarnya lagi ( Dita)
Admin : Dita Risky Saputri SKM.








