
PERSOALAN Banjir di Jalan Nasional, antara Mesjid Alqurroh Walhuffas Panyabungan – Jembatan Aek Mata Keluruhan Panyabungan III Kecamatan Panyabungan, walaupun sekelas PT.Jaya Kontruksi telah ambil bagian, tetapi yang namanya Banjir masih terus terjadi setiap hujan turun walaupun sebentar, apalagi lama akan bertambah parah banjirnya.

Kenapa begitu..? Bisa jadi karena Gawenya Derainase adalah Gubernur Sumut, mungkin ia, sehingga pihak Pemerintah Mandailing Natal,C/Q. Dinas PUPR ” Tidak Bisa Gercep ” tapi ada kemungkinan ” Pembiaraan ” sebab yang rugi dan susah hanya segelintit masyarakat yang ada disepanjang lokasi banjir tersebut.Mudah – mudahan tidak begitu.
Padahal, kita tau bersama, bahwa Mandailing Natal pisah dari Tapanuli Selatan 09 Maret 1999 yang lalu dan sekarang sudah 24 November 2023, artinya 4 bulan lagi sudah 25 Tahun Kabupaten Mandailing Natal, tapi Banjir di Jalan Nasional itu tidak bisa diselesaikan oleh Gubernur dan Pemda Mandailing Natal.

Bagaimana PT.Jaya Kontruksi..? Live Service, jika dihitung anggaran yg digelontorkan untuk perbaikan Drainase,nggak terhitung nilainya lagi dan ditambah seringnya ” Gercep” Pemda Mandailing Natal, jika terjadi Banjir.

Padahal, lokasi Banjir paling tinggi 300 Meter panjangnya, apa kita nggak malu jika masyarakat luar Mandailing Natal, lewat dari Lokasi Bajir..? Hanya Pemerintah Mandailing Natal, yang bisa menjawabnya, kalau wartawan hanya menulis( Bersambung Terus)
Admin : Iskandar Hasibuan.








