Pasar rakyat adalah merupakan sebagai tempat berkumpulnya para pedagang dan pembeli untuk melakukan sebuah transaksi jual dan beli.
Pembeli membutuhkan barang ataupun jasa yang ditawarkan oleh penjual, begitupun sebaliknya penjual membutuhkan uang yang dimiliki para pembeli.
Mungkin ia, itulah yang ada dibenak Pedagang Pakaian Jadi Syafridah Taty yang ditemui Penulis dilokasi Pembangunan Pasar Rakyat, sekitar 50 – 60 Meter dari lokasi Pasar Baru Panyabungan diwilayah Jalan Willem Iskander Kel.Sipolu – polu Kota Panyabungan, Rabu(16/7) menjelang sore.

Saat ditemui, Syafridah Taty yang murah senyum dan ketawa tersebut, menceritakan kondisi ekonomi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Baru, hingga menjelang Pembagian Kios Pasar yang harus bayar disebabkan menunggak waktu Pasar Baru sebelum terbakar dan harus bayar jika ingin mendapatkan lapak dilokasi Pasar Baru.
Dengan wajah menerawang dia ( Syafridah Red) mengingat dan mengenang Peristiwa Kebakaran dan sejak itu hingga sekarang modal kandas, pinjam sana, pinjam sini, jual sana, jual sana untuk bertahan hidup saja sudah sulit.

Sepanjang Pembangunan Pasar Baru hingga selesai, kami pedagang sering melakukan aksi protes dan untuk menenangkan Pedagang, para pejabat dengan ” Mulut Manis ” memberi secercah harapan buat kami, walaupun akhirnya kami Gigit Jari dan tidak kebagian dan hak kami sudah tidak mungkin kami dapat lagi.
” Padiarma Soni dialai Kios Nameneki, ami sekitar 100 Pedagang sudah sepakat Bangun Pasar Rakyat,” ujar Syafridah Taty dengan sumringah ( Bersambung Tiap Waktu )
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.










