Kemerdekaan Adalah Sebuah Paradoks Yang Luar Biasa

*** Oleh : Halun Musthafa.Nasution.SH.***

Dalam dunia yang dipenuhi kebisingan dan keributan, tak ada yang lebih menyenangkan daripada merayakan kemerdekaan.

Anda tahu, itu adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan kita betapa pentingnya sebuah kebebasan yang sebenarnya tidak pernah kita pahami dengan benar.

Bayangkan sebuah pesta yang tak pernah berakhir, di mana semua orang bebas untuk melakukan apa pun, asalkan itu sesuai dengan kebijakan yang diatur dengan ketat dan dijaga oleh undang-undang yang tak pernah jelas.

Kemerdekaan dalam pandangan ini adalah semacam kue lapis, semakin banyak lapisan, semakin rumit.

Setiap lapisan mewakili kebebasan yang diklaim, tetapi juga dibatasi oleh lapisan-lapisan yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Misalnya, Anda mungkin bebas untuk berbicara, tetapi jangan berharap untuk menyampaikan sesuatu yang menyinggung hati orang-orang yang memegang kendali.

Tentu saja, kemerdekaan juga berarti memiliki hak untuk memilih, tetapi hanya antara pilihan yang sudah ditentukan.

Anehnya, kemerdekaan juga merupakan ajang untuk memperlihatkan betapa kita bisa menjadi bebas secara bersyarat.

Setiap kali ada acara besar seperti Hari Kemerdekaan, kita diajak untuk berkumpul dan merayakan dengan parade, konser, dan pertunjukan yang menyanjung kebebasan. Namun, di balik semua itu, kita tetap berada dalam lingkaran yang nyaman, di mana kebebasan kita diatur dengan cara yang sangat terencana dan dikendalikan.

Inilah saat di mana kita bisa merasakan bagaimana kemerdekaan kita dipadukan dengan keindahan acara-acara besar yang ternyata dikendalikan secara ketat.

Jadi, mari kita anggap kemerdekaan sebagai hadiah yang luar biasa, yang mana kita bisa merayakannya setiap tahun dengan cara yang sangat meriah. Kita mungkin tidak pernah benar-benar tahu apa arti kebebasan yang sesungguhnya, tapi setidaknya kita bisa merayakannya dengan semangat yang sangat besar, selama kita tidak melanggar aturan yang ada. Lagipula, merayakan kemerdekaan dengan kebebasan yang diatur adalah cara yang sempurna untuk menunjukkan betapa kita menghargai nilai-nilai yang telah diatur sedemikian rupa oleh para pengatur kita.

Akhir kata, kemerdekaan adalah sebuah paradoks yang luar biasa, sebuah pesta kebebasan dimana kita merayakan hak untuk memiliki batasan. Selamat merayakan kemerdekaan! Karena jika ada satu hal yang pasti, itu adalah bahwa kita akan terus merayakan kemerdekaan ini dengan penuh semangat, selama batasan-batasan itu tetap ada( HMN)

Dikutif dari Facebook.

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Saparuddin Haji Tinggalkan Jejak Kebaikan Abadi Pesan Almarhum Ayahanda H.Ismail Hakim Lubis

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Jejak kebaikan abadi yang dirintis almarhum H. Ismail Hakim Lubis (Ompung Oji Atas) terus dijalankan oleh anak-anak keturunannya. Semangat kepedulian sosial dan kedermawanan yang ditinggalkan almarhum semasa hidup…

    Read more

    Continue reading
    SERI 12A DARI 12 — SORIKMAS MINING DI UJUNG TANDUK: EVALUASI BERUJUNG SANKSI KERAS

    “Sisa Konsesi 23 Tahun: Masih Menggantung Juga?” Kripis Tuntas || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Hampir tiga dekade Sorikmas Mining (SMM) berada di Mandailing Natal. Namun, tambang emas Sihayo-Sambung belum juga…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses