
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Anggota DPRD Mandailing Natal, H. Binsar Nasution, bongkar carut-marut RSUD Panyabungan.
Meski digadang jadi rumah sakit rujukan, faktanya RSUD ini masih jauh dari standar.
Ruang rawat kurang, AC sentral belum fungsi, saluran air rusak sejak dibangun, hingga petugas kebersihan minim.
“Pemerintah daerah nggak konsisten bantu RSUD Panyabungan. Hanya berharap dari anggaran pusat,” kata Anggota DPRD Madina, H.Binsar Nasution, Rabu (6/5).
Binsar yang juga mantan Dewan Pengawas RSUD Panyabungan merinci bahwa RSU Panyabungan butuh ruang rawatan, butuh dana pengaktifan AC central yang tidal terpakai, butuh perbaikan saluran yang banyak tidak terpakai sejak di bangun karena lemahnya pengawasan saat pembangunannya.
Selain itu butuh tambahan petugas kebersihan karena sedikitnya ruangan tak terjaga, kemudian butuh penjaga dan petugas medis dan butuh pematangan lahan dan bangunan parkir para pekerja RSU, keluarga pasien dan pengunjung serta pelatihan bagi para pekerja untuk pengelolaan RSU yang lebih modren.
Binsar pesimis RSUD Panyabungan bisa jadi rujukan jika Pemkab pelit anggaran.
“Mimpilah mau jadi RSU rujukan. Untuk RSU standar saja susah kalau pemkab pelit anggaran ke RSU. Yang pening direkturnya dan petugas diomeli masyarakat terus,” cetusnya.
Ia menyindir DPRD sendiri. “Sangat sedikit peran komisi membidangi di DPRD perhatikan rumah sakit. Saya nggak pernah dengar aspirasi DPRD minta dan patok anggaran untuk penyelesaian bangunan dan peralatan RSU.” katanya.
Binsar menantang Bupati. “Kalau Bupati mau ada Legacy di Madina bidang kesehatan, dia harus tuntaskan semua kebutuhan RSU dalam periodenya.”
” Mestinya di APBD 2026 di ajukan anggaran untuk itu dengan di barengi pengawasan, kita tunggu dan kita intip dulu renstra RSU untuk tahun 2027 berapa di buat Pemkab/Bapeda anggarannya takut saya Rp 1M saja,” kata Binsar Nasution (Dita/Isk/Naf)
Admin : Iskandar Hasibuan.








