
SIHEPENG RAYA(Malintangpos Online): Ketua IYE Madina yg juga Tokoh Muda Sihepeng Raya Farhan Donganta, mengutarakan Adalah salah kaprah luar biasa jika Wakil Bupati Madina hanya bergerak melakukan penanaman benih saja di areal persawahan Sihepeng Raya.
Kenapa..? karena hal tersebut tak menyentuh permasalahan yang sebenarnya, bahkan tak dapat memberi solusi atas permasalahan yang sangat sering dialami oleh para petani di Sihepeng Raya.
” Permasalahan yang sangat sering dialami oleh petani di Sihepeng Raya adalah gagal panen yang disebabkan oleh tanggul yang jebol di Batang Angkola,” Ujar Ketua IYE Madina yg juga Tokoh Muda Sihepeng Raya Farhan Donganta, Rabu malam (23/4) Via WhatsApp Ke Redaksi Media PT.Malintang Pos Group.
Kata dia, mengingat Sihepeng Raya adalah lokasi yang berbatasan langsung dengan Tapanuli Selatan , tentu memiliki akses dan irisan tertentu dengan Kabupaten tetangga tersebut.

Seharusnya, Wakil Bupati Madina bergerak dan memikirkan bagaimana mencari solusi atas permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Sihepeng Raya yang notabene mayoritas petani
” bagaimana berkomunikasi dengan BWS setempat , terkait penyelesaian masalah tanggul di bendungan Batang Angkola,” ujar Farhan Donganta.
Saya perlu menyatakan, bahwa saya bukan ahli pertanian, tapi sebagai anak muda yang berasal dari Sihepeng Raya, saya merasa memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan hal ini
” terlebih-lebih persoalan inti dari hal ini adalah gagal panen dan cara mengatasinya adalah bagaimana untuk memperbaiki tanggul di bendungan Batang Angkola,” ujarnya.
Dengan berat hati, saya harus mengatakan kegiatan seremoni seperti yang baru saja dilakukan oleh Wakil Bupati Madina adalah hal yang sangat sia-sia dan tidak bermakna, karena tak menyentuh persoalan para petani khususnya di Sihepeng Raya umumnya di Madina.
Sekali lagi, jika irigasi tak diperhatikan, lalu target ditetapkan dengan angka-angka yang cukup besar, maka target itu hanya akan menjadi utopia atau angan semata.
Kata dia, Bagaimana caranya agar target yang ditetapkan dapat tercapai, perhatikan irigasi perbaiki tanggul dan resiko tentang gagal panen akan terminimalisir.
” Tapi selama hal itu tak diperhatikan maka seremoni akan menjadi sesuatu yang tak memiliki makna dan manfaat sama sekali,” ujarnya.
Disampaikannya, Mengingat perjuangan tokoh masyarakat Sihepeng Raya adalah mencari upaya agar masyarakat petani di Sihepeng Raya tidak lagi mengalami gagal panen seperti yang sering terjadi sebelum-sebelumnya.
Targetkan Hasil Panen Padi per Hektare Capai 7,2 Ton

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,menargetkan hasil panen padi masyarakata per hektare bisa mencapai 7,2 ton atau meningkat dari tahun sebelumnya yang di posisi 5-6,5 ton.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai mengikuti Gerak Tanam Padi Serentak bersama Presiden Prabowo Subianto.
Pemkab Madina mengikuti kegiatan dari lokasi persawahan Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu,Rabu, 23 April 2025.
“Kami menargetkan sampai 7,2 ton per hektare. Ini target, ya, posisi hari ini masih di kisaran 5-6,5 ton,” kata wabup.
Ketercapaian target tersebut akan membawa Madina mencapai swasembada beras sekaligus menjadi pemasok bagi daerah lain. “Saat ini Madina sudah swasembada beras,” jelas Wabup Atika.

Wabup Madina berharap, kolaborasi yang baik dengan Bulog, TNI dan Polri, bisa mendukung serapan gabah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, termasuk harga di tingkat petani.
Untuk diketahui, tanam awal padi di Madina di lakukan di atas hamparan 25 hektare persawahan yang merupakan bagian dari program optimalisasi lahan rawa.
Kegiatan ini turut dihadiri Dandim 0212/TS Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, unsur Forkopincam, Kepala BRMP Sumatera Utara Dr. Khadijah EL Ramija, S.Pi, M.P, perwakilan Ditjenbun Dwimas Suryanata Nugraha, S.H, M.H, dan beberapa kepala OPD Pemkab Madina.( Info/WhatsApp/Far).
Admin : Iskandar Hasibuan.








