AIR SUNGAI BARUMUN MELUAP , LOKASI TPU DESA BINABO JAE LONGSOR, * Puluhan Kuburan Dibongkar Warga Karena Terancam Hanyut *

Puluhan kuburan dilokasi TPU Desa Binabo Jae , Kecamatan Barumun, dibongkar warga karena terancam hanyut dan hilang akibat hantaman bajir dan longsor

PALAS (Malintang Pos Online): “Lokasi Tempat Pemakamam Umum (TPU) Desa Binabo Jae , Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) dihantam banjir . Akibatnya sejumlah kuburan warga setempat terancam rusak dan hancur .

Meluapnya air sungai barumun  setinggi  2 meter,  akibat hujan yang terus menerus sehingga mengakibatkan banjir dihilir sungai , berdampak longsor sebahagian TPU warga Desa Binabo jae karena dihantam banjir . Selain lokasi pemakam umum , sebahagian besar lokasi perkebunan kelapa sawit milik warga dan badan jalan Desa Binabo Julu juga terendam air sebatas lutut orang dewasa .

Masyarakat Desa Binabo Jae, Desa Simaninggir serta Binabo Julu , yang khwatir kuburan keluarga terbawa arus air sungai dan tertimbun longsor, masyarakat yang berasal dari tiga desa tersebut melaksanakan  gotong royong melakukan pembongkaran kuburan yang berada disisi kanan badan sungai . ” Puluhan kuburan yang berada dilokasi TPU desa, telah kita bongkar, upaya mengatisipasi agar kuburan tidak hilang dari lokasi yang dihantan longsor, ” kata Kepala Desa Binabo jae Sangkot dan Kepala Desa Simaninggir terpilih Rivai nasution kepada Malintangpos , Minggu ( 8/1) kemarin.

Sangkot mengakui , dalam proses pembongktan puluhan kuburan warga desa yang berada dititik rawan  longsor dan khwatir terbawa arus sungai Barumun. pemerintah desa bersama warga melakukan pengalian kuburan secara massal ., katanya sembari menyatakan, disaat pengalian kuburan , masyarakat dikagetkan dengan penemuan jasad seorang warga yang telah meninggal dunia selama 16 tahun lalu , tetapi kondisi jasad jenazah atau mayat masih dalam keadaan utuh bersama kain kapannnya yang telah berwarna kekuningan .

” Jasad jenazah warga Binabo  Jae yang masih utuh dan dalam kondisi terbungkus kain kapan tersebut, langsung dibawa pihak keluarga untuk dibawa kerumah meraka . Mendegar khabar ada jasad mayat yang telah dikuburkan selama 16 tahun, tetapi masih utuh , sontak menggegerkan warga setempat. Secara berduyun – duyun mendatangi rumah  tersebut, untuk menyaksikan jasad mayat yang masih utuh tersebut , benar apa tidak. Ternyata, setelah dilihat , sejumlah warga terkaget – kaget , ” ungkap Sangkot bersama Rivai

Hantaman banjir yang mengakibatkan longsornya lokasi TPu Desa Binabo Jae , disikapi pemerintah desa dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Palas H. Ali Sutan Harahap ( TSO) melalui Plt Sekdakab Palas H. Syamsul Anwar Lubis SE, dan menyahuti laporan kepala desa Binabo Jae tentang adanya bencana alam tersebut , Plt Sekda langsung mernyikapinya dengan memerintahkan pihak Pekerjaan Umum  Pertambangan dan Energi palas , untuik turun keloklasi desa dimaksud , untuk mamastikan kondisi yang sebenarnya .

Plt Sekda Palas H. Syamsul Anwar Lubis dihubungi melalui telepon seluler Minggu ( 8/1) mengatakan,, keluhan yang disampaikan warga, telah kita tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan lokasi yang dimaksud . Setelah dapat kepastiannya, Pemda akan segera melakukan perbaikan dengan menurunkan alat berat guna mengatisipasi terjadinya longsor susulan yang dapat mengakibatkan kehancuran pemukiman wearga dan lainya yang berdampak menimbulkan kerugian kepada masyarakat , katanya .

Ditempat terpisah Kasubag Umum Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi ( PUPE) Palas Jhon Ferry Nasution yang terjun langsung kelokasi terjadinya longsor tersebut menyatakan, untuk mengatisipasi lupan air yang semakin tinggi , pihaknya akan melakukan pengerukan dasar sungai , agar aliran air sungai tidak semakin meluap  kelokasi desa sekitarnya . ” Besok kita akan lakukan pekerjaan pengerukan dihulu sungai , untuk mengatisipasi luapan air agar tidak semakin tinggi yang dapat mengakibatkan terbenamnya puluhan rumah warga dan lokasi TPU terbawa arus sungai serta dihantam longsor secara terus menerus , ” ungkapnya

Sebelumnya Kepala Desa Binabo Julu Abdul Halim Nasution mengatakan, patut diperhatikan Pemda , tahun ini desa= desa yang berada disekitar sungai Barumun perlu mendapatkan pembangunan bronjong ,yang bertujuan mengatisipasi nlongsor dan banjir . Pasalnya , lokasi TPU desa , telah dihantam longsor , sehiongga masyarakat melakukan pembongkaran kuburan yang jumlah mencapai puluhan kuburan,” tidak hanya lokasi TPU, saja yang menjadi sasaran banjir dan longsor,  serta jalan setapak desa juga ikut  terendam air setingi 1 meter, katanya .

Abdul Halim menambahkan, ribuan hektar perkebunan kelapa sawit serta persawahan warga terancam rusak , akibat terndam air sungai barumun yang meluap setinggi 2 meter tersebut . Kondisi kebun warga setempat telah banyak yang
rusak karena tersereng banjir , pungkasnya. (AK)

Admin : Dina Sukandar A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.