Ali Napia Penderita ” Tumor Ganas ” Membutuhkan Biaya

MEMBACA Fostingan Berita dari Wartawan Syahren Hasibuan (DPR Jalanan) di Akun Facebooknya, langsung Berkata ” Ali Napia Warga Desa Simaninggir Kecamatan Siabu ), harus mendapatkan Perhatian dari orang yang mau menyisihkan uangnya.

Kenapa dibiarkan..? Ali Napia kan Warga Mandailing Natal, apakah memang Ali Napia dan Istrinya Miskin, Kades Simaninggir harusnya buat surat ke Camat, Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan, atau Bupati dan Ketua DPRD Mandailing Natal, jika benat ” Penderita Tumor ” orang miskin atau tidak mampu membaiyai perobatannya.

Penulis yakin betul, bahwa Kades Simaninggir dan Camat Siabu ” Tidak  Mau Repot ” dibuat oleh keadaan warganya, sehingga banyak warga miskin yang terpaksa mengadukan nasibnya kepada Wartawan langsung.

Seperti Berita yang ditayangkan dan diposting oleh Syahren Hasibuan, bahwa Ali Napia Kini hanya bisa pasrah dengan penyakit yang dideritanya, sudah dua tahun terahir ini pria yang bermukim di desa Simaninggir, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal menahan sakit disekitar matanyal.

” setiap hari tumor yang dideritanya semakin membesar dan menghalagi pandangannya,” Katanya sambil angkat bahunya karena nungkin kesal.

Menurut afandi (36) bahwa Ali Napia dan keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan dan juga pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk biaya pengobatan.

“Ali Napia warga miskin, warga kami ini butuh uluran tangan, baik itu perorangan, pemerintah maupun perusahaan untuk biaya pengobatan agar penyakit yang di derita warga kami ini segera dapat di tangani, “ucapnya dengan nada rilih Kepada DPR Jalanan, Sabtu(16/7)Malam.

Afandi menjelaskan, penyakit kanker / Tumor yang sudah menahun diidap warganya itu pertama kali berasal dari tahi lalat yang gatal hingga membesar menjadi tumor.

“Awalnya tahi lalat yang tumbuh disekitar matanya gatal, lalu dia (Ali Napia Red) menggaruknya hingga ahirnya terus membengkak dan menjadi kanker hingga kini mata sebelah kanannya sudah tertutup, ” Katanya.

Hal Senada dengan Muksin Ajis Hasibuan menuturkan, sejauh ini warganya tersebut sudah pernah melakukan pemeriksaan di RSUD Panyabungan. Tapi hingga kini belum ada kejelasan terkait penyakit itu tidak dioperasi.

“Usai menjalani pemeriksaan di rumah sakit umum beberapa bulan yang lalu, pihak keluarga mengambil jalur pengobatan anternatif lewat dukun kampung, “sebutnya.

Sementara untuk menindak lanjuti operasi penyakit tersebut, keluarga Ali Napia mengalami kendala dengan keterbatasan biaya berobat.

“Warung kopi milik keluarga ini sepi pengunjung pasca Ali Napia terserang penyakit, sementara itulah satu satunya usaha yang mereka harapkan, “ucapnya.

Diketahui keluarga Ali Napia tergolong keluarga yang kurang mampu, mereka tinggal dirumah berdindingkan bambu di desa Simaninggir kacamatan siabu kabupaten Mandailing natal,

Pengobatan terhambat karena terkendala dengan biaya, sementara BPJS yang dimiliki biasanya hanya bisa menanggung masuk rumah sakit saja, untuk obat tertentu dipastikan wajib harus dibayar.

Keluarga ini memohon kepada para dermawan dan juga pemerintah kabupaten Mandailing Natal dan berharap terketuk hatinya untuk meringankan biaya pengobatan Ali Napia yang sudah dua tahun menderita kanker mata ini.

Bagi saudara yang ingin berbagi berikut kami lampirkan nomor rekening 534001019495532 Bank Bri atas Nur Haida atau bisa menghubungi nomor telepon 082114968265 atas nama Ali Napia.

Sumber Berita Syahren Hasibuan.

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.