Anak SD Dicabuli(1), Warga Geram,Bagaimana Mengantisifasinya…?

Pelaku Pencabulan anak SD berinisial H alias Jabunga.

KETIKA Berita”Pencabulan”Yang dilakukan seorang Kakek-kakek berinisial H alias Jabungan muncul di Malintangpos Online,Minggu malam(5-2) No HP Redaksi Malintangpos Online hampir setiap menit hingga Senin(6-2) masuk SMS yang isinya mengutuk keras prilaku pelaku cabul, sampai ada yang mengatakan” Hukumannya Harus Hukuman Mati” dan tentu kasus tersebut harus menjadi perhatian semua pihak.

            Maksudnya..?Kita tau bersama bahwa pencabulan terhadap anak-anak adalah masalah sosial yang sangat meresahkan ditengah-tengah masyarakat sekarang ini,sehingga perlu dilakukan penanganan yang seriyus untuk menganggulangi dan mengantisifasinya untuk tidak terjadi lagi ditengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.

            Memang, sangat sulit mengantisifasinya, sebab pelaku melakukan aksinya sama sekali tidak menghiraukan usia korbannya, seperti yang terjadi kepada dua(2) anak SD di Desa Hutabangun Jae Kecamatan Bukit Malintang baru-baru ini, sebagai manusia kita ngak menyangka H alias Jabunga tega melakukan aksi bejad terhadap keluarganya sendiri, sebab Jabunga selama ini terkenal dengan keramahannya.

            Analisa yang telah dilakukan oleh Ahli Psikolog faktor-faktor penyebabnya antara lain suka nonton porno, pengaruh alkohol, pengaruh lingkungan,kurangnya pergaulan pelaku terhadap orang-orang sekitarnya serta faktor ekonomi(Pengangguran) sehingga ada kesempatan untuk mencabuli korban-korbannya disebabkan kesempatan pertama sudah aman dirasakannya, sebab jika sudah berbuat satu kali, maka dipastikan pelaku akan berbuat kedua dan ketiga dan seterusnya.

Belajar dari kasus dua(2) anak SD (Sekolah Dasar) di Desa Hutabangun Kecamatan Bukit Malintang Kab.Madina Sumut, sesuai alur cerita yang diperoleh penulis, bahwa anak anak korban pencabulan sering ke rumah pelaku sebab jika pelaku sudahj melakukan aksinya maka pelaku akan memberikan uang sebagai imbalan dan agar jangan buka mulut terhadap aksi-aksi bejadnya selama ini.

            Persoalannya…?bagaimana megantisifasinya, tentu salah satu caranya adalah pengawasan dari orangtua yang boleh dikatakan minim dan sama sekali ngak peduli dengan mau kemana anaknya khususnya prempuan dan terkadang si orangtua disebabkan pengaruh ekonomi yang kurang baik, sama sekali ngak peduli dengan keadaan anaknya, sebab pagi-pagi sudah berangkat cari nafkah bersama istri dan anaknya dibiarkan bermain dengan tetangganya sendiri tanpa pengawasan yang baik, bukan maksud Malintangpos Online menyalahkan semua orangtua korban-korban pencabulan.(Bersambung)

Admin: Nisrayani

Komentar

Komentar Anda

About Nisra Yani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.