Armada Pengangkut Kurang, Sampah Menggunung, Kesadaran Warga Kurang

Sampah Foto Asmidah Siregar

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mandailing Natal, Kasmir Nasution mengutarakan bahwa tingkat kesadaran warga membuang sampah pada tempat yang disediakan masih kurang, karena itu setiap hari sampah tetap menggunung diberbagai tempat.

            “ Kita sudah buat Pamplet yang bunyinya Dilarang Buang Sampah Disini, tapi oleh warga justuru membuang sampah disamping Pamplet, gimana kita mau bersih, warga saja kesadarannya begitu, apalagi armada kita masih kurang,” ujar Kadis Lingkungan Hidup Kab.Madina Kasmir Nasution kepada Wartawan Malintangpos Online, Kamis(24-1) di kantornya Komplek Perkantoran Bukit Payaloting Panyabungan.

            Kata dia, Dinas Lingkungan Hidup membuat pamplet “Di Larangan Buang Sampah Disini” mereka membuangnya di sampingnya, nah, ini kan masalah terletak pada masyarakatnya yang tak ada moral, sudah ada larangan tapi masih saja di buang di sekitarnya. Bagaimana kita mau membersihkan, membangun Madina ini kalau masyarakatnya seperti ini, kesadaran dari diri sendiri tidak ada.

Disebutkannya, Kami pihak petugas sudah sering mensosialisasikan berbagaicara mulai dari pemasangan pamplet di tempat-tempat yang sering dijadikan pembuangan sampah sembarangan, dan sudah di umumkan di berbagai media baik itu media cetak maupun media elektronik.

Kami hanya petugas, yang si pelaku masyarakat dan kami akan tetap berusaha mengubah maen said dari si masyarakat membuang sampah sembarangan dan merubah prilakunya, artinya kami tidak bisa bertindak sendiri itu perlu camat, lurah dan kepala desa untuk menindak lanjutinya.

“ Mulai dari Panyabungan Julu sampai ke Huta Lombang Lubis ini ada 7 anggaran kami buat petugasnya, ada yang pake honda dan becak barang mereka kadang-kadang 2 sampai 3 kali mengangkut, untuk mobil  Dum Truk pengangkut samapah 3 unit dalam minggu ini dalam kondisi rusak dan tahap perbaikan,” katanya.

 Sampah itu semua akan kami angkat, akan tertapi karna volume sampah itu luar biasa banyaknya mulai dari panyabungan II, Panyabungan Jae, Pasar Hillir, Tonga, Hutalombang Lubis , sementara kita angkut  hanya dua mobil satu hari, kami bersihkan semua tempat itu dan kami paksakan 2 kali mengangkutnya, aturan sudah istirahat kami paksakan agar habis dan bersih, besok paginya sudah menggunung tetap segitu juga, sebutnya.

Sampah di Jalan ABRI sudah bertahun-tahun tidak bisa diatasi

Perbandingan di Tapanuli Utara mereka memiliki 79 unit armada kebersihan, kami hanya 9 se-Mandailing Natal, jadi bila 3 unit mobil angkut kebesihan dalam kondisi rusak, maka tinggal 6 unit lagi, dan 6 unit tersebutlah yang kami pergunakan untuk mengangkut semua sampah di Madina ini, Ujar Kabid Persampahan DInas Lingkungan Hidup Madina  Abdul Kholik.Nasution.

Dan baru-baru ini memang sudah kami perbincangkan dengan anggota DPR D Madina Hj.Riadoh Rangkuty terkait permasalah sampah tersebut, dan ibu ini memang meng iya kan dan membetulkan permasalahan sampah yang menumpuk ini, dan beliau ikut mendukung dalam tindakan pembersihan sampah-sampah yang ada di area-area pembungan sampahyang sering dijadikan pembuangan sampah sembarangan.

Harapan saya sekaligus Kadis Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Madina agar anggaran-anggaran ditambah terkhusus dalam memperbanyak armada agar terrealisasikan semua permasalahan dan kendala yang kita rasakan saat ini terkait sampah yang selalu menggunung dan menjadi sorotan berbagai pihak.

Sosialisasi Kurang Tegas

Iskandar Hasibuan

Ketua DPC.PDI Perjuangan Kab.Madina Iskandar Hasibuan yang dimintai pendapatnya, Jumat Pagi(25-1) mengatakan bahwa sosialisasi yang dikatakan Kadis Lingkungan Hidup Madina, kemungkinan kurang tegas dalam memberikan argumentasi-argumentasi baik kepada Camat, Lurah atau kepada masyarakat sendiri.

            Maksudnya..? Harusnya Kadis Lingkungan Hidup Madina Kasmir Nasution menjumpai atau memanggil Camat, Lurah/Kades berikan regulasi atau argumentasi yang nyata, ngak cukup dengan Merek, Pamplet saja, bila perlu menangani sampah diwilayah kita Swastakan saja, biar dalam proses tendernya nanti berlomba-lomba, ngak cukup dengan menambah Armada, sebab Armada ditambah, tenaga juga ditambah.

            Disebutkannya, kalau membandingkan Tapanuli Utara yang memiliki 79 Armada, jika itu benar berarti Pemda tersebut memahami betul Kebersihan, tapi kita di Mandailing Natal tadikan sudah dibilang Kadis nya  “ Dilarang Buang Sampah Disni,” tapi oleh warga membuangnya disampingnya, inilah tugas Camat, Lurah/Kades untuk lebih intens sosialisasi kepada warga.

            “ Saya tau persis anggaran untuk Camat, Lurah, Kades sampai sekarang ini belum ada untuk mengatasi sampah, tapi jika benar-benar Camat dan Lurah/Kades serius untuk mengatasinya bisa dengan membuat perlombaan antar desa/lurah dibidang Kebersihan dan bila perlu libatkan sekolah-sekolah kita akan bersih Kota Panyabungan dan Hadiahnya semua dari Dinas Lingkungan Hidup ” ujar Iskandar Hasibuan yang sangat peduli dengan sampah selama ini.( Nir/Mif/Red)

 

 

Liputan : Nirwana Siregar/Mifta Nasution

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.