Bagaimana Tindak Lanjut Kasus PETI di DAS Batang Gadis Kec.Kotanopan

MEDAN(Malintangpos Online): Masih ingat tindakan pengamanan terhadap operasi Pertambangan Emas Tanpa Izin disekitar DAS(Daerah Aliran Sungai) Batang Gadis di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Senin (04/03/2024) yang lalu , mendapatkan Apresiasi dari sejumlah Elemen masyarakat, termasuk warga Mandailing Natal di berbagai daerah.

Maksudnya..?  saat itu Polres Madina yang melakukan penertiban dan mengamankan Dua (2) unit alat berat Ekskavator dipimpin langsung oleh Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SIK, SH bersama PJU Polres Madina serta subdenpom.

Informasi yang dihimpun Wartawan, malam itu sekira pukul 22.00 wib. Kedua alat berat yang diamankan diboyong memakai terado ke Mako Polres Madina.

Bagaimanakah Tindak lanjut Kasus PETI ?

Kasus pengamanan dan penertiban PETI dengan Alat berat Ekskavator ini sudah berjalan kurang lebih satu minggu.

Dan untuk mengetahui sudah sejauh mana proses tindak lanjut kasus PETI ini ketika Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SIK, SH, Selasa (12/03/2024) dikonfirmasi via WhatsApp mantan Kasubdit audit ditpamobvit Polda Lampung ini belum memberikan penjelasan.

Sementara itu menanggapi hal ini, Dewan Penasehat DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumatera Utara (Sumut), Zakaria Rambe, SH mengapresiasi tindakan pengamanan yang dilakukan Kapolres Madina.

Sebab telah menyelamatkan perusakan lingkungan di wilayah Kecamatan Kotanopan.

Hanya saja lanjutnya, untuk memberikan efek jera agar tidak terulang dan terulang lagi.

Kapolres Madina harus bertindak tegas dengan mengusut tuntas kasus PETI ini sampai kepada oknum yang harus bertanggungjawab atas rusaknya lingkungan:

“Sangat kita apresiasi, tetapi kasus ini jangan hanya sampai pada pengamanan alat berat saja, oknum yang bertanggungjawab atas PETI ini juga harus diungkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal.”tegasnya

Ketua Dewan Pembina Korps Advokat Alumni UMSU ini juga menekankan agar Polres Madina tidak seperti “panas-panas taik ayam” dalam menuntaskan kasus ini, apalagi ini terkait adanya dugaan perusakan lingkungan.

“Untuk menuntaskan kasus ini harus tegas hingga tuntas dan transparan, jangan seperti “panas-panas taik ayam” untuk memberikan efek jera dan berkeadilan.”tutupnya. (Rel/WhatsApp)

 

Admin : Iskandar Hasibuan….

 

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pemkab Madina Berangkatkan Kafilah Nasid dan Kasidah Tingkat Provinsi Tahun 2026

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandiling Natal (Madina) melepas keberangkatan kafilah nasid dan kasidah dari pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur menuju Asrama Haji Medan untuk berlomba di tingkat provinsi pada…

    Read more

    Continue reading
    SERI 12A DARI 12 — SORIKMAS MINING DI UJUNG TANDUK: EVALUASI BERUJUNG SANKSI KERAS

    “ANCAMAN CABUT IZIN HARUS BERUJUNG KEPASTIAN!” Kripis Kupas Tuntas || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Ancaman pencabutan Kontrak Karya Sorikmas Mining tidak boleh berhenti sebagai kalimat keras dalam ruang rapat DPRD.…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses