
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sejumlah pihak di Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, menduga bahan Baku Material dari AMP( Asphalt Mixing Plant) PT.Jaya Kontruisi, tidak punya izin resmi, alias Ilegal.
Sehingga, Pendapatan Asli Daerah( PAD) Kabupaten Mandailing Natal, yang seharusnya meningkat dari Sektor Galian C, dengan adanya A.M.P(Asphalt Mixing Plant) dari PT.Jaya Kontruksi, tidak tercapai.

” Batu dan Pasir untuk kebutuhan dari A.M.P PT.Jaya Kontruksi dari mana mereka dapat, sebaiknya Satpol PP Melakukan Pengawasan terkait dengan hal ini,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah, Minggu malam(23/10) dalam suatu perbincangan di Kota Panyabungan.
Kata Khairunnisyah, selain Satpol PP harus mengawasi, DPRD Madina juga sebaiknya memanggil pihak PT.Jaya Kontruksi, karena bahan baku untuk Hotmix Jalan Nasional, yang akan dikerjakan mereka, membutuhkan Batu dan Pasir.
Darimana mereka dapat Batu dan Pasir..? Apa mungkin dari luar Madina, apa kontribusi mereka ke Pemda Madina dan apakah boleh PT.Jaya Kontruksi memakai Galian C Ilegal, tentu tidak.

Sedangkan Sekretaris LSM.Genta Madina Chandra Siregar, juga di Panyabungan, mengutarakan bahwa bahan baku kepentingan A.M.P PT.Jaya Kontruksi di Kelurahan Pidoli Dolok Panyabungan, mereka peroleh secara Ilegal.
Siapa di Madina yang punya Izin Galian C, kita telah tanya beberapa orang, mereka mengaku harga yang ditawarkan oleh pihak PT.Jaya Kontruksi jauh harganya dibawah harga resmi pemerintah.
” Harga Batu dan Pasir di tawarkan pihak PT.Jaya Kontruksi, kita dengar jauh harga resmi yang dibuat pemerintah Mandailing Natal, siapa yang mau,” ujar Chandra Siregar.
Sementara itu, Pemilik Galian C yang punya izin resmi di Panyabungan Timur Abdul Latif Lubis, yang dihubungi Wartawan, mengakui pihaknya didatangi pihak PT.Jaya Kontruksi.
Tetapi, harga yang ditawarkan oleh PT Jaya Kontruksi, tidak sesuai dengan harga yang ada, atau jauh dibawah dari harga yang dibuat Pemda Madina.
” kita tidak ada mengeluarkan Batu dan Pasir ke A.M.P PT.Jaya Kontruksi, soal dari mana mereka dapat, kita ngak tau, silakan tanya mereka, “ujar Latif.
Pihak PT.Jaya Kobtruksi yang dicoba konfirmasi belum berhasil, karena oleh petugas di AMP nya tidak mengisinkan untuk masuk ( Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








