Bangunan Rabat Beton di Desa Bandar Panjang Tuo Disoroti ” Salah Tempat “

Rabat Beton Proyek Tahun 2021 di Dinas Perkim Madina/ Nanda

MUARASIPONGI(Malintangpos Online):” Informasi Buat Bupati/Wakil Bupati,” Ujar warga Desa Bondar Panjang Tuo Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal, karena Pembangunan Jalan Rabat Beton  Tahun 2021 dinilai masyarakat banyak kejanggalan dan juga salah tempat/Salah Titiknya.

” Kabarnya proyek tersebut anggaran Tahun 2021 di Dinas Perkim, berapa biaya, tanggal mulai dan siapa kontraktornya, tidak diketahui, karena Plang proyek hanya ambil foto saja dipasang,” Ujar warga setempat kepada Wartawan,Rabu(24/11) saat ke lokasi melihat pengaduan warga.

Buktinya, sekarang tidak ada Plang, kenapa hilang, takut ketahuan warga  bisa jadi,atau jangan – jangan ada oknum anggota DPRD Madina yang bekingi, bisa jadi juga.

Uniknya, jalan Rabat Beton tersebut dibangun di atas jalan Kabupaten dan yang jelas kita jalan tersebut dibangun di atas bangunan yang sudah ada bangunannya.

Masih kata Warga, bangunan Rabat Beton ada 3 Titik yang 1 titik panjang 60 Meter dengan Lebar 2 Meter dan di borongkan sebesar Rp 7.000.000,-

Titik ke 2,Panjang 42 Meter dengan Lebar jalan 2,5 Meter dan di borongkan Rp 7.000.000,- juga kepada pekerja.

Dan Titik ke 3.Panjang 42 Meter juga dengan Lebar 2,5 Meter tapi yang borong adalah orang Panyabungan dengan anggaran tidak diketahui warga.

Masih disebutkan warga setempat, Proyek Jalan Rabat Beton di Desa Bandar Panjang Tuo tersebut Proyek yang dikelola oleh diduga ” oknum anggota DPRD ” Asal daerah tersebut.

” lagi sedang rapat dan besok lah kita ketemu,dan hingga saat ini belum mendapatkan kabar atau tanggapan mengenai Konfirmasi proyek Rabat Beton di Desa Bondar Panjang Tuo,” tulis Wartawan Malintang Pos Group yang konfirmasi.

Sedangkan Redaksi yang mengulangi Konfirmasi Via WhatsApp ke Anggota DPRD kembali,Rabu(24/11) hingga berita ini diterbitkan belum mendapat jawaban walaupun WhatsApp nya aktif.

” Pekerjaan sudah siap kami kerjakan, kita bukan apa ya,  kita buruhnya , bukan apa-apa, disitu mau siap , dibilangnya salah titik,” ujar pekerja yg ditanya Wartawan.

Kata Pekerja,  bukan salah kami,  orang itu kemaren yang bilang ” titiknya di sini “dan kalian yang mengukurnya dan gaji kami sama kami dan itulah kami borong kerjaan itu Rp 7 juta  yang 60 meter dan Lebar 2 M.

Kata Pekerja,yang diatas juga Kami yang borong juga  42 M dengan Lebar 2 M, dan titik yang terakhir yang panjang 42 Meter dan Lebar 2 Meter , orang dari Panyabungan yang kerjakan.

Ada Pondasi bangunan..? Tanya Wartawan ” Kalau kirinya Bangunan tidak pakai pondasi , tapi kalau kanannya Bangunan pakai pondasi, karena dibilangnya seperti itu,” kata pekerja.

Bahkan ujar Pekerja, Sebelah kanan wajib pakai pondasi, sebelah kiri nggak usah,  karena di atas parit.

Sedangkan Plt.Kadis Perkim Madina Armada yang dihubungi,Via WhatsApp nya,Rabu ( 24/11) mengutarakan ” Lbh bagus tu PPK nya langsung bg,,harana halai do Umboto i ”

” Lbh bagus tu PPK nya langsung bg,,harana halai do Umboto i ,” Tulis Plt.Kadis Perkim Madina melalui WhatdApp nya ( Nanda)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.