
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Lima(5) orang dari 40 Anggota DPRD Madina, membeberkan sejumlah Polemik/Persoalan yang harus segera dituntaskan H.Saipullah Nasution.SH.MM selaku Bupati Mandailing Natal.
Kelima anggota DPRD Madina tersebut Maharuddin Umpan ( Fraksi Demokrat), Zainal Arifin Simbolon dan Khairul Anwar Hasibuan( Hanura), Ir H.Ali Makmur Nasution( Perindo), Tasmil Nasution( Partai Nasdem).

” Banyak Persoalan yg harus segera diselesaikan diwilayah Pantai Barat, Mandailing Julu dan Mandailing Godang, daripada melakukan acara serimonial setiap hari,” Ujar Anggota DPRD Madina Maharuddin Umpan( F.Demokrat), Selasa(29/4) di Gedung DPRD Madina.
Contoh, masalah HGU, CSR dan ukur ulang kembali semua HGU dari setiap Perkebunan Sawit, Mana Plasma untuk masyarakat, ini adalah PR Bupati yg harus dituntaskan secepatnya.
Empat(4) Wakil Rakyat lainnya, Ir.H.Ali Makmur Nasution, Zainal Arifin Simbolon, Khairul Anwar Hasibuan dan Tasmil Nasution, juga sependapat dengan Maharuddin Umpan agar Bupati segera menyelesaikan sejumlah pelomik yg terjadi di Mandailing Natal.

Soal Tambang Emas..? Menurut 5 Wakil Rakyat itu, Bupati harusnya mencari solusi soal Tambang Emas, bukan DPRD Mendukung yg Ilegal, kita cari solusi yg bisa menghasilkan PAD, bukan main Tutup saja, kita cari solusinya.
Begitu juga seluruh Perkebunan Sawit, ukur kembali semua lahan Pemilik Perkebunan Sawit, serta lahan Perkebunan lainnya di Mandailing
Dilanjutkan Zainal Arifin Simbolon, ” Sepertinya saudara Bupati Madina belum mengetahui situasi dan kondisi Madina yang banyak polemik yang musti diselesaikan.
Misalnya, pengurusan izin tambang rakyat yang seharusnya bupati ketahui dimana lokasi yang diinginkan rakyat dan lokasi yang memiliki kandungan emasnya, agar rakyat tidak mendapat polemik baru nantinya.
Bahkan penempatan para guru PPPK yang hari ini dilantik dan yang sebelumnya sudah dilantik juga ini menjadi permasalahan yang baru

Kenapa. ? dimana seorang Guru yang lulus PPPK ditempatkan yang sangat jauh dari dia bertempat tinggal, jadi ini nantinya bisa menimbulkan perceraian dirumah tangga, karena berjauhan dari keluarga, artinya penugasan yang kami anggap kurang tepat,ujarnya.
“Jadi kami tau Bupati Madina yang baru ini memang asli kelahiran Madina akan tetapi dia lama diperantauan, sehingga kami lihat masih kurang mengerti tentang Madina, sehingga Bupati Madina ini perlu banyak belajar mengetahui kondisi Madina saat ini,” Tegasnya lagi.
Khairul Anwar Hasibuan dari Hanura juga menyampaikan hal senada dari rekannya sebelumnya
Bahwa polemik di Madina hingga saat ini masih perlu dituntaskan dan para Forkopimda dan seluruh lapisan agar duduk bersama memikirkan bagaimana Madina ini bisa bangkit dari keterpurukan saat ini.

“Kita tidak bisa diam, kita harus terlibat semuanya stok holder Madina segera duduk bersama menuntaskan polemik di Madina saat ini mulai dari tambang rakyat, Rumah sakit Natal, Perusahaan Perkebunan sawit, Hingga Perusahaan Panas Bumi yang ada di bumi gordang sambilan ini,” ujarnya.
“Seperti kami di pantai barat saat ini, rumah sakit umum daerah Husni Thamrin Natal baru baru ini SIO abis, ini juga suatu permasalahan yang patal, harusnya bupati Madina mengevaluasi Dirut RS tersebut dan Kadis Kesehatan,” katanya( Maqri/Red)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








