Bayi Penderita Omfalokel di Sitamiang Baru Kota P.Sidimpuan Butuh Uluran Tangan

P.SIDEMPUAN(Malintangpos Online): Kondisi bayi bernama Ali Saki yang lahir pada 13 Agustus 2022 kemarin, sungguh sangat memprihatinkan.

Selain lahir prematur dengan penanganan Caesar dari Rumah Sakit Inanta Padangsidimpuan, buah hati pasangan Sugeng (38) dan Rahma Yanti (36) itu mengalami usus yang keluar dari perutnya.

Dibalik kebahagiaan yang menyelimuti keluarga Sugeng itu, ia dan istri harus menerima kenyataan bahwa anak laki-lakinya yang lahir dengan berat badan 1,8 Kg mengalami penyakit dengan bahasa medis Omfalokel (usus keluar dari perut).

Belum lagi, di tengah keterbatasan biaya Sugeng yang hanya bekerja sebagai penjual es keliling dan istrinya tidak bekerja itu, ia harus membawa bayinya dirujuk ke Rumah Sakit Grand Medistra, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, guna mendapatkan perawatan lebih maksimal.

Ali Saki, kemudian harus dirawat di ruang NICU selama 18 hari dan pada 1 September 2022, dia diperbolehkan pulang sementara ke rumah untuk selanjutnya melakukan kontrol sepekan sekali sebelum mendapat waktu yg tepat untuk dilakukan operasi.

Dokter yang menangani Ali Saki, menyarankan agar selama di rumah, harus benar-benar dirawat kebersihannya.

Perban pembungkus usus Ali Saki yang keluar dari perutnya, juga harus diganti 3 kali sehari. Seharusnya, Ali Saki mendapat ASI ekslusif dari ibunya, namun kondisinya membuatnya hanya mendapatkan asupan makanan yaitu dari susu kaleng melalui selang yang dipasang ke mulutnya.

Selang itu pun harus diganti 3 hari sekali untuk menjaga kualitasnya. Lantaran keterbatasan biaya, keluarga memutuskan untuk membawa pulang sementara Ali Saki ke rumah di Sitamiang Baru, Kota Padangsidimpuan.

Mendengar hal itu, pada Minggu (4/9/2022), Lembaga Burangir, menjenguk Ali Saki guna melihat langsung kondisinya.

“Kami berharap, ada dermawan yang mau membantu meringankan biaya bayi kuat ini,” kata Juli H Zega, Pengurus Lembaga Burangir, saat ditemui Wartawan

Karena selama ini bayi ini belum diberikan nama, kata Juli, maka ketika dikunjungi Lembaga Burangir, bayi mungil tersebut disepakati namanya, Ali Saki.

Karena nama sangat dibutuhkan untuk identitas anak dan administrasi kependudukan lainnya.

Saat ditanya kepada Sugeng, mengapa memilih Ali Saki sebagai nama buah hatinya, dengan mata berkaca-kaca dia menjawab supaya anaknya ini bisa berbakti kepada kedua orangtuanya.

Menurut Juli, saat ini Ali Saki butuh doa untuk penanganan operasinya nanti.

“Orang baik, mari kita doakan Ali Saki agar ususnya bisa dimasukkan ke dalam perut dan menjadi normal seperti anak pada umumnya,” ajak Juli.

Juli mengatakan, bahwa orangtua Ali Saki juga membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk biaya pengobatannya. Yang sangat diperlukan saat ini, sebut Juli, adalah biaya jasa ganti perban 3 kali sehari, susu, ongkos orangtua saat kontrol kembali ke Rumah sakit Grand Medistra, dan biaya kost selama rawat jalan di Lubuk Pakam.

“Bagi dermawan yang ingin mendonasikan rezekinya, bisa dikirimkan ke rekening 2008196721 atas nama Burangir (Bank Syariah Indonesia). Untuk konfirmasi pengiriman donasi bisa ke nomor kontak

082368774440 (Burangir) dan 082361347241 (Sugeng/Ayah Ali),” tandas Juli.(SMS/Red)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.