
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Distribusi Bahan Bakar Minyak ( BBM) di wilayah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), selama seminggu terakhir ini kembali terjadi.Hal serupa juga terjadi pada saat bencana akhir tahun 2025 yang lalu.
Kelangkaan BBM di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar umum ( SPBU) yang ada di Madina meliputi jenis BBM subsidi Pertalite,Pertamax hingga Solar.

Namun anehnya,meski BBM langka di sejumlah SPBU, namun tetap dapat dibeli di pengecer – pengecer ketengan yang tidak memiliki izin penjualan dari Pertamina, meski dengan harga tinggi hingga mencapai Rp.25 000 hingga Rp.30.000,-
Pantauan wartawan, situasi ini diamfaatkan para pengecer melalui penyalur gelap mereka untuk meraup untung besar.
Diduga baik antara penyalur gelap ke pengecer telah bekerjasama dengan pihak SPBU memanfaatkan situasi.

Terkait hal ini, Bupati Mandailing Natal, H.Saifullah Nasution,SH.MM, yang dihubungi Wartawan melalui selular,Senin (2/2/2026) mengungkapkan,kondisi BBM langka akan segera pulih dalam waktu dekat.
“Segera ada solusi karena Depo Pertamina yang ada di Sibolga sudah beroperasi lagi untuk dapat mensuplai kebutuhan BBM ke Kabupaten – kabupaten yg menjadi tanggung jawabnya”,ungkap Saifullah.
Saifullah menyebutkan,beberapa hari lalu kapal pengangkut BBM dari Dumai – Riau tidak bisa bersandar Dermaga karena kondisi ombak Sibolga sedang tinggi, jadi terhambat.

Terpisah, Sekertaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Madina, Syahnan Pasaribu melalui media ini menghimbau agar para penjual di tingkat pengecer agar tidak memanfaatkan situasi ini.
“Kami dari Pemkab Madina mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat, terutama tingkat pengecer tidak menaikkan harga BBM terlalu tinggi”, imbuhnya.

Apakah digelar Razia..? Kata Sahnan Pasaribu, Pihak Pemda Madina, belum ada razia, hanya saja kita himbau agar Pengecer BBM di Kota Panyabungan, menjual BBM Bersubsidi yg wajarlah, katanya( Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








